Hendak Berangkatkan 7 PMI Secara Ilegal, Pasutri di NTT Ditangkap Polisi

2 hours ago 1

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, mengatakan kedua pelaku merekrut tujuh korban dengan janji bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 18:32 WIB

Share

Liputan6.com, Jakarta - Polres Flores Timur (Flotim) berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal di pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Dalam operasi ini, polisi berhasil menangkap dua perekrut berinisial ENB dan MNH. Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, mengatakan kedua pelaku merekrut tujuh korban dengan janji bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri.

Perekrutan tersebut dilakukan secara perorangan dan tidak melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) serta tanpa melibatkan perusahaan penempatan tenaga kerja yang memiliki izin resmi.

Korban juga tidak diberikan perjanjian kerja tertulis maupun penjelasan mengenai hak dan kewajiban sebagai asisten rumah tangga (ART).

Tujuh korban itu berhasil diamankan saat diberangkatkan menuju Surabaya melalui pelabuhan laut Larantuka menggunakan transportasi laut KM Tidar.

Korban Diminta KTP hingga Akte Nikah

Sebelum keberangkatan, korban diminta menyerahkan dokumen pribadi berupa KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Akte Nikah dan/atau dokumen lainnya dengan alasan pengurusan administrasi kerja.

"Tujuh korban ini semuanya perempuan. Keberangkatan mereka difasilitasi oleh ENB dan istrinya MNH," ungkapnya, Rabu (28/1/2026).

Dari tujuh korban, empat di antaranya rencananya dikirim ke Malaysia dan tiga lainnya hendak dikirim ke Brunei Darussalam.

"Kasus ini masih berproses dan pengumpulan alat bukti. Jika terbukti maka diproses sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.

Ola Keda, Nasrul FaizTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner