Gempa Magnitudo 4,5 Sebabkan Sejumlah Bangunan di Gunungkidul Rusak

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 yang mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/1/2026), menyebabkan sejumlah bangunan di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, mengalami kerusakan ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 13.15 WIB dan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat, khususnya di wilayah timur Gunungkidul.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, gempa berkekuatan magnitudo 4,5 tersebut dirasakan hampir di seluruh wilayah Gunungkidul. Namun untuk dampak kerusakan, sejauh ini tercatat berada di Padukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang,” ujar Purwono, Selasa sore.

Menurut Purwono, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Opak dengan kedalaman sekitar 11 kilometer. Gempa ini tergolong gempa dangkal dan sempat disusul beberapa gempa kecil.

“Hingga sekitar setengah jam setelah kejadian, BMKG mencatat adanya gempa susulan. Meski demikian, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan masyarakat kami imbau tetap tenang,” jelasnya.

BPBD Gunungkidul mencatat, dampak gempa di Padukuhan Ngasem berupa kerusakan ringan pada satu fasilitas umum dan tiga rumah warga. Fasilitas umum yang terdampak adalah Balai Dusun Ngasem, yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat beberapa genteng pecah.

Sementara itu, tiga rumah warga yang terdampak masing-masing milik Sutirah, Adi Wiyono, dan Wasidi. Kerusakan yang terjadi didominasi pecahnya genteng dan asbes atap rumah.

“Kerusakan bersifat ringan dan tidak mengganggu struktur bangunan. Warga bersama pemerintah kalurahan langsung melakukan pembersihan serta perbaikan secara mandiri dengan bergotong royong,” kata Purwono.

Purwono memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak tiga kepala keluarga dengan total lima jiwa terdampak secara langsung akibat kerusakan bangunan.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Kerugian yang ditimbulkan hanya bersifat material, dengan total taksiran sekitar dua juta rupiah,” ungkapnya.

BPBD Gunungkidul bersama pemerintah kalurahan dan relawan telah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi warga dan bangunan pascagempa. Hasil asesmen sementara menunjukkan tidak ada kerusakan pada sarana vital seperti jaringan listrik, air bersih, maupun akses jalan.

Meski kondisi sudah dinyatakan aman, Purwono tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gempa susulan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, memastikan kondisi bangunan rumah aman, dan segera melapor apabila menemukan retakan atau kerusakan lanjutan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner