Heboh ABG Putus Sekolah di Bone Tak Berdaya Dibully Geng Siswi SMP, Ini Pemicunya

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Viral video merekam seorang ABG wanita di Bone menjadi korban perundungan sekelompok geng remaja perempuan lainnya. Video berdurasi 30 detik itu viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, korban tampak dikelilingi sejumlah remaja perempuan sebayanya. Korban terlihat berulang kali ditampar di pipi kiri dan kanan, dipukul di bagian dada, serta dihujat tanpa mampu memberikan perlawanan.

Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di belakang SMP Negeri 1 Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Kamis (5/2/2026). Ironisnya, korban yang diketahui berinisial PA (15) merupakan remaja putus sekolah.

Bermula dari Candaan Bikin Pelaku Tersinggung

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan setelah korban melapor secara resmi ke Polres Bone pada Selasa (10/2/2026).

"Betul, korban (anak putus sekolah) dianiaya oleh temannya yang merupakan siswi SMP di Lappariaja. Saat ini kami masih menyelidiki kasusnya," kata Alvin saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Alvin menjelaskan, korban dan para pelaku sebenarnya saling mengenal dan berteman. Namun, saat itu korban bercanda dengan salah satu pelaku, yang kemudian merasa tersinggung hingga naik pitam.

"Pelaku kemudian mengajak korban bertemu di belakang SMPN 1 Lappariaja. Di lokasi tersebut, pelaku bersama teman-temannya langsung menampar dan memukul korban di bagian wajah dan dada," jelasnya.

Korban Luka-luka

Ia menambahkan, korban tidak dapat memberikan perlawanan karena jumlah pelaku cukup banyak. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian bibir serta merasakan sakit di bagian dada.

"Korban dipukul di bagian wajah dan ditendang berulang kali, sehingga mengalami luka di bibir dan nyeri di dada," ujarnya.

Saat ini, lanjut Alvin, penyidik tengah memanggil orang tua para pelaku sebelum melakukan pemeriksaan.

"Kami memanggil orang tua para pelaku terlebih dahulu, karena sesuai prosedur, pemeriksaan terhadap anak di bawah umur harus didampingi wali," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner