Bekas Galian Tambang di Banyuwangi Berubah Jadi Kolam Maut, Dua Nyawa Melayang

14 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Bekas tambang galian C di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi seolah berubah menjadi perangkap maut yang haus mangsa. Belum kering tanah makam korban sebelumnya, kubangan raksasa tersebut kembali memakan korban jiwa untuk kedua kalinya dalam pekan ini.

​Kali ini, seorang lansia bernama Juhana (86), warga Desa Blimbingsari, ditemukan tewas mengambang di genangan air bekas tambang tersebut, Rabu (11/2/2026) sekira pukul 16.30 WIB.

​Berdasarkan keterangan polisi, Juhana yang diketahui sudah menderita pikun meninggalkan rumah sejak Selasa (10/2/2026). Pihak keluarga sempat melakukan pencarian besar-besaran, termasuk menyisir area sekitar kolam galian setelah mendapat laporan warga yang melihat keberadaan korban di sana.

​Namun, pencarian hingga malam hari dan berlanjut keesokan paginya itu awalnya tidak membuahkan hasil. Sosok renta tersebut baru menampakkan diri saat tubuhnya sudah tak bernyawa dan mengapung di permukaan air.

​"Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kolam bekas galian C tersebut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Kapolsek Rogojampi Kompol Imron, Kamis (12/2/2026).

Insiden tragis ini memicu sorotan tajam karena terjadi hanya selang dua hari dari tragedi sebelumnya. Pada Senin (9/2/2026), seorang pemuda bernama Apris Oreza asal Desa Songgon juga meregang nyawa di lokasi yang sama.

​Apris tewas tenggelam saat sedang memanah ikan. Kaki pemuda tersebut dilaporkan tersangkut tanaman ganggang di dasar kolam saat menyelam, membuatnya terjebak hingga kehabisan oksigen.

​Berulangnya kejadian fatal di lokasi yang sama dalam waktu yang sangat singkat menimbulkan keresahan warga. Lubang-lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan atau papan peringatan kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat setempat.

​Jenazah Juhana kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak, sementara kepedihan mendalam menyelimuti warga Badean atas rentetan tragedi di "kolam maut" tersebut.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner