Liputan6.com, Jakarta - Balai besar wilayah sungai (BBWS) Citarum membantah tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) sungai jebol, dalam insiden banjir lumpur di Bojong Keusik, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Tembok yang jebol dan terseret banjir merupakan bangunan milik warga yang bersentuhan langsung dengan bibir sungai.
"Bukan TPT sungai yang jebol, tapi rumah yang ada di bibir sungai," jelas Penata Pelaksana SDA BBWS Citarum Asep Rohiman kepada Liputan6.com, Bandung, Kamis (12/2/2026).
Diketahui, air Sungai Cisunggalah limpas ke permukiman RW 1 Bojong Keusik, Rabu (11/2/2026) malam. Air bercampur lumpur itu sempat merendam rumah yang menyebabkan 200 lebih kepala keluarga terdampak banjir.
Asep melanjutkan, kebanyakan rumah di daerah aliran sungai (DAS) Cisunggalah menyentuh bibir sungai tanpa jarak sempadan. Berpotensi memicu penyempitan sungai. Menurutnya, kapasitas sungai selebar 8 meter tersebut sudah tidak sepadan dengan debit air apalagi saat meningkat seiring hujan lebat.
Semestinya, bangunan-bangunan tidak langsung menyentuh bibir sungai, berjarak minimal 3-7 meter dari garis sempadan sungai sebagai batas perlindungan guna mencegah kerusakan sungai dan bencana.
"Begitu air limpas itu akan relatif lebih aman karena bangunan itu tidak menyentuh bibir sungai. Jadi ini yang jebol itu bentengnya, bukan TPT. Saya enggak tahu ini sudah di-TPT atau belum," aku Asep.
Sungai Cisunggalah di Desa Bojong, termasuk kategori ordo-4 dalam struktur hirarkis percabangaan alur sungai menuju Sungai Citarum. Setelah Cisunggalah, air akan mengalir ke Sungai Cibodas, lalu Citarik, sebelum kemudian masuk alur Citarum.
Di samping banyak bangunan yang menyentuh langsung bibir sungai, adanya sedimentasi dan penyempitan DAS, masalah lain yang bisa memicu luapan Sungai Cisunggalah yakni jembatan-jembatan rendah berada di bawah parapet sungai.
Jembatan demikian malah menahan aliran sungai ketika debit air naik. Bakal semakin buruk apabila aliran sungai itu membawa sampah. Material-material hanyutan akan tersangkut, menyumbat bagian rongga bawah jembatan.
"Jembatan-jembatan di bawah parapet itu bisa menahan laju air yang mengalir," jelas Asep.
Setidaknya telah terjadi tiga kali limpasan air Sungai Cisunggalah selama dua tahun terakhir. Kejadian malam kemarin, diakui sebagai yang paling parah.
Ketinggian air yang masuk ke permukiman disebut lebih dari satu meter, bahkan di beberapa rumah yang berada lebih rendah, ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Menurut Asep, salah satu upaya krusial penanganan jangka panjang adalah memundurkan seluruh bangunan yang berada di DAS Cisunggalah, agar tersedia jarak minimal antara sungai dan bangunan. Namun ini diakui berpotensi memicu masalah sosial yang pelik.
"Memang pelik, pasti pelik karena berurusan dengan lahan," terangnya.
Penanganan sementara ini, berfokus pada menutup titik limpasan dengan menumpuk geobag isian pasir, dilakukan atas koordinasi dengan aparat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Diki mengatakan, saat ini petugas di lapangan masih fokus pada pembersihan sisa lumpur, puing-puing dan sampah yang masuk ke rumah warga maupun yang menutup akses jalan.
Satu alat berat dikerahkan guna mempercepat penanganan. Catatan BPBD, ada 12 rumah yang terdampak, lima di antaranya masuk kategori rusak berat, dan tujuh sisanya rusak ringan.
"Sekarang masih proses tanggap darurat, kita masih terus berkoordinasi untuk selanjutnya sementara ini pembersihan lumpur serta pembenahan rumah yang terdampak," pungkasnya.

12 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501505/original/045374200_1770935154-kejati_jambi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501399/original/062009300_1770900526-TANGERANG_NGBESAN_2026_-_WALIKOTA_-_WAKIL6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501356/original/042968800_1770896202-Perajin_tenun_troso.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501275/original/016309500_1770892602-IMG_20260212_161240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501329/original/015398600_1770894118-KLH_segel_perusahaan_batu_bara_di_Kaltim.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501300/original/098318800_1770893271-yyfs5omacZn5f7JIdmKkqHPDuPAlR1ZcPGG5v1e1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501271/original/088908200_1770892479-Foto2__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501264/original/045816400_1770891983-Foto3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501191/original/029485900_1770889140-Kapolres_Bima_Kota_AKBP_Didik_Putra_Kuncoro.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501257/original/066335700_1770891496-246375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501179/original/063832300_1770889004-WhatsApp_Image_2026-02-12_at_13.59.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500962/original/075325600_1770883192-240004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501017/original/025120400_1770884823-Bekas_galian_tambang_di_Banyuwangi_memakan_korban.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500915/original/019562200_1770881486-1000999678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800730/original/023924000_1713004072-Screenshot_20240413_154231_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500668/original/081203500_1770873237-1001344811.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/676835/original/Ilustrasi-Pemerkosaan2.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406943/original/047368300_1762652163-DISHUB_PERIKSA_KONDISI_TRUK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413852/original/010084600_1763203332-IMG_8060__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409124/original/090705800_1762847004-1001169628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405402/original/021689900_1762479257-pegiat_lingkungan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426036/original/098950800_1764250071-Mendagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418155/original/099953500_1763607580-Tangkapan_Layar_Video_Pelajar_Jatuh.jpeg)