OPM Buka Suara Soal Serangan di Area PT Freeport, Rampas Dua Senjata Api

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya mengklaim bertanggung jawab atas serangan dan penembakan di Mile 50 areal PT Freeport Indonesia.

Dalam kejadian itu, TPNPB mengaku berhasil merampas dua senjata api SS2, dua unit magazin dan 50 butir amunisi.

“Kini, senjata dan amunisi menjadi aset TPNPB,” kata Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom, Kamis (12/2/2026).

Dalam keterangan tertulisnya, TPNPB juga mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT Freeport Indonesia di atas tanah leluhur Papua.

Jika tidak, TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan di areal PT Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik di atas tanah Papua selama 63 tahun lebih.

Dalam pesan tersebut TPNPB juga meminta Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang berkepanjangan yang sedang terjadi di atas tanah Papua, antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak.

“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT Freeport Indonesia akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah politik,” ucap Sebby.

Sehari sebelumnya rombongan kendaraan Freeport mendapat penyerangan di Mile 50. Dalam kejadian ini, Serka AC terkena tembakan dan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Sertu H dan satu orang karyawan KPI PT Freeport Indonesia mendapat tembakan.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menjelaskan Serka AC dan Sertu H merupakan personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika yang sedang melaksanakan tugas di lokasi tersebut.

“Sertu H dan HR menjalani perawatan. Seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Tri Purwanto.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner