Hari Kelima Pencarian Speedboat Tenggelam di Yapen, 17 Penumpang Masih Hilang

1 month ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Hari kelima pencarian Speedboat Fiber 40 PK yang tenggelam di perairan Tanjung Andei Kepulauan Yapen, Provinsi Papua belum membuahkan hasil.

Pencarian terus dilakukan. Kali ini melibatkan Helikopter Super Puma milik TNI AU dan KRI Panah KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak, serta KN SAR Wibisana dan unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas diterjunkan.

Tim SAR gabungan juga mengerahkan kekuatan penuh dengan melibatkan 185 personel dan memperluas area penyisiran hingga 600 mil laut persegi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak, Kundori menyampaikan strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yakni udara dan laut, guna memaksimalkan pantauan visual.

Di udara, Helikopter Super Puma milik TNI AU menyisir area seluas 250 mil laut persegi menggunakan metode parallel search pattern. Pantauan udara ini menjadi tumpukan harapan untuk menemukan tanda-tanda korban di area yang sulit dijangkau kapal.

Sementara itu, di permukaan laut, kekuatan besar dikerahkan untuk menyapu area seluas 350 mil laut persegi. Armada yang terlibat meliputi KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak dan KN SAR Wibisana dan unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas.

Lalu terdapat juga Drone Thermal untuk mendeteksi suhu tubuh di permukaan air, sebanyak 15 unit perahu motor milik masyarakat lokal yang mengenal medan perairan setempat ikut melakukan pencarian.

Sebagai langkah antisipasi jika ditemukan titik terang di bawah air, tim gabungan telah menyiagakan 6 penyelam ahli yang terdiri dari personel Basarnas dan Yonko 468 Kopasgat.

"Kami memaksimalkan koordinasi antara tim permukaan dan tim udara. Fokus kami adalah menyisir zona-zona yang menurut analisis SAR Map menjadi titik kemungkinan korban terbawa arus dan angin," ujar Kundori saat memimpin koordinasi di lapangan, Senin (29/12/2025).

Kronologi

Speedboat Fiber 40 PK yang tenggelam di perairan Tanjung Andei Kepulauan Yapen membawa 21 penumpang dan dilaporkan terbalik akibat badai dan gelombang tinggi di perairan Tanjung Andei, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen pada Rabu (25/12/2025).

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas Serui, Thommy M. Lewerissa menjelaskan speedboat fiber bermesin 40 PK berangkat dari Kota Serui menuju Kampung Waindu sekitar pukul 16.30 WIT.

“Dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu sekitar pukul 20.00 WIT,” ujar Tommy.

Tim SAR gabungan dan warga setempat lalu melakukan pencarian dan korban selamat pertama yang berhasil ditemukan adalah Usman Asis Aninam, seorang mantri Puskesmas Waindu. Ia ditemukan terapung di perairan Selat Sasorai, Distrik Kurudu pada Kamis pagi oleh Kepala Kampung Kurudu saat hendak memancing.

Lalu, tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban selamat, yakni Suster Santi Rontini (Suster Puskesmas Waindu) dan Hengki Injoroweri (Bendahara Kampung Waindu), pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIT di perairan antara Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak, lebih mengarah ke wilayah perairan Biak.

“Kedua korban ditemukan selamat, namun mengalami luka bakar di bagian tubuh. Luka tersebut diduga akibat kontak langsung dengan jerigen berisi BBM yang digunakan sebagai pelampung dan bercampur air laut,” jelas Tommy.

Kata Tommy, pergerakan korban sangat jauh dari titik awal kecelakaan, mencapai sekitar 5 hingga 6 mil laut, sehingga pencarian difokuskan pada area baru, terutama mengingat banyaknya korban adalah anak-anak.

Dalam perkembangan terbaru, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 3,7 mil laut dari lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan tercatat dari 21 penumpang di dalam kapal, 3 orang berhasil ditemukan selamat dan 1 orang ditemukan meninggal dunia.

Dukungan Pemkab Yapen

Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga terjun langsung terlibat dalam pencarian korban speedboat tenggelam. Dia mengunjungi Kampung Waindu Distrik Raimbawi untuk memastikan proses pencarian korban kecelakaan laut berjalan lancar dan optimal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terus terlibat dalam pencarian korban tenggelam ini. Kita doakan semoga proses pencarian ini segera membuahkan hasil dan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya. Pemkab Yapen akan mendukung pencarian korban hingga ditemukan,” kata Roi.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner