Fakta Mengejutkan, Destinasi Wisata Lampung Semakin Populer Salip Bali

1 month ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Lampung mencatat kinerja gemilang di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan domestik dan mancanegara ke Lampung pada periode Januari-November 2025 mencapai 24.702.664 perjalanan, atau tumbuh 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan lonjakan tersebut menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan wisata tertinggi di Sumatera, sekaligus melampaui rata-rata nasional.

“Secara nasional, capaian ini menempatkan Lampung masuk dalam 10 besar destinasi wisata yang diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata,” kata Bobby, Sabtu (10/1/2026).

Pada September 2025, Lampung berada di peringkat kesembilan nasional dengan total 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama.

Di tingkat regional, Lampung menjadi provinsi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

"Tren tersebut terlihat saat puncak mobilitas nasional. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Lampung tercatat sebagai salah satu dari 10 tujuan favorit wisatawan nasional dengan estimasi kunjungan mencapai 2,35 juta orang," jelasnya.

Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, pariwisata Lampung mencatat perputaran uang sebesar Rp53,11 triliun dengan pertumbuhan mencapai 74 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan perbandingan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Lampung Triwulan III 2025, sektor pariwisata menyumbang hampir 6 persen terhadap total PDRB daerah.

"Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan di Lampung pada 2025 diperkirakan mencapai Rp 2,15 juta per kunjungan. Perputaran ekonomi tersebut berdampak langsung pada lebih dari 3.000 pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, serta jasa pendukung pariwisata lainnya," sebutnya.

Sektor pariwisata juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja. BPS Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 mencapai 4,853 juta orang, dengan penambahan 65,79 ribu tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.

Kinerja positif turut tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung pada 2024 tercatat sebesar 47,11 persen. Sementara pada November 2025, TPK hotel berbintang meningkat menjadi 48,93 persen, sedangkan hotel nonbintang berada di angka 25,60 persen.

"Secara kewilayahan, pergerakan wisatawan masih terkonsentrasi di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Pesawaran," terangnya.

Daerah-daerah tersebut menjadi pusat aktivitas pariwisata dan perputaran ekonomi, didukung destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai wisata alam dan bahari lainnya.Bobby menambahkan, capaian itu tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Pariwisata Lampung kini telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner