Cerita Warga saat Gempa Tektonik Sekadau Getarkan Sintang - Melawi Kalimantan Barat

4 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Getaran itu datang tanpa salam. Yudinus berhenti mendadak. Roda dua di bawah kendali tubuhnya bergetar. Aspal dan tanah bergoyang kencang. Jantungnya berdetak. Ada kegelisahan.

“Saya berhenti. Setelah saya lihat, ternyata lumayan getaran ini,” ucap Yudinus kepada Liputan6.com, Jumat (23/1/2026).

Tangannya gemetar membuka ponsel. Layar memantulkan kabar cepat. Media sosial ramai. Linimasa Twitter X memadat. Informasi berseliweran. Gempa. Sekadau. Kalimantan Barat. 

Gempa Bumi teknonik mengguncang wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14:27:56 WIB. 

“Saya buka HP. Cek di Twitter X, rupanya ada gempa. Ya sampai sekarang masih baik baik saja. Belum ada info kerusakan macam apa,” lanjutnya. 

Cerita Yudinus sederhana. Namun merekam detik penting. Saat alam memberi tanda. Bukan melalui teriakan dan amarah. Hanya getar sunyi.  

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan parameter terbaru. Magnitudo tercatat 4.8. Episenter berada pada koordinat 0.10 derajat lintang utara serta 111.78 derajat bujur timur. Lokasi gempa terletak di darat, jarak sekitar 89 kilometer arah timur Sekadau. Kedalaman hiposenter mencapai 10 kilometer.

Kedalaman dangkal memberi efek nyata. Getaran merambat cepat. Energi tidak sempat teredam lapisan bumi. Aktivitas Sesar Adang kembali berdenyut. 

Sesar Adang bukan nama asing bagi Kalimantan Barat. Struktur geologi ini menyimpan sejarah panjang pergerakan kerak bumi. Diam bukan berarti mati. Tekanan terus menumpuk. Pelepasan energi tinggal menunggu waktu.

Laporan masyarakat mengonfirmasi rasa. Getaran dirasakan warga Sintang, Melawi, Sekadau. Intensitas tercatat III hingga IV MMI. Banyak orang merasakan getar kuat. Benda ringan bergoyang. Sensasi terasa seperti truk besar melintas dekat rumah. 

Namun hingga sore hari, kabar baik menguat. Belum ada laporan kerusakan fisik. Rumah tetap berdiri. Infrastruktur aman. Lingkungan tidak menunjukkan luka kasat mata.

Hingga pukul 15:15 WIB, pemantauan BMKG belum mendeteksi gempa susulan. Alam seolah meredam diri.

Getar tunggal itu berlalu, meninggalkan kesadaran baru. Rasmid memberi imbauan tegas. Nada tenang namun mengandung pesan lugas.

“Masyarakat Sekadau serta sekitar dihimbau tetap tenang serta tidak terpengaruh isu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dia menyematkan pesan keselamatan. Warga diminta menjauhi bangunan retak. Pemeriksaan rumah menjadi langkah utama.

“Periksa serta pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali masuk rumah,” kata Rasmid.

 Sumber informasi pun ditegaskan. Kanal resmi BMKG menjadi rujukan tunggal.

“Pastikan informasi resmi bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi,” tuturnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner