Cerita Gadis di Sukabumi Dibawa Kabur dan Disekap Penagih Bank Keliling

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang menimpa SS (18), seorang gadis asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dia menjadi korban dugaan penyekapan, kekerasan seksual dan mengaku sempat ditodong senjata oleh seorang penagih bank keliling, yang biasa menagih setoran di rumah ibunya.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam (7/2/2026), saat pelaku menjemput korban dengan dalih mengajak bermain. Namun, niat baik SS justru dimanfaatkan pelaku untuk membawanya kabur ke wilayah Palabuhanratu.

“Saya enggak curiga apa-apa, soalnya niatnya cuma mau main,” ujar SS, Selasa (10/2/2026).

Di sana, korban mengaku mendapatkan kekerasan seksual untuk pertama kalinya di bawah ancaman.

Kekejaman pelaku berlanjut hingga malam berikutnya. SS dibawa ke sebuah penginapan di wilayah Cicurug dan kembali mengalami kejadian serupa. Selama pelarian, pelaku terus menahan korban agar tidak pulang ke rumah.

“Pas awal diajak buat main, habis itu di jalan saya diancam dan dipaksa harus ikut, pakai motor punya teman kerjanya,” ungkap dia.

Ditodong Pisau Hitam

Selama dalam penguasaan pelaku, SS hidup dalam ketakutan luar biasa. Ia menceritakan momen mengerikan saat pelaku mengeluarkan senjata tajam untuk membungkam suaranya saat berada di Palabuhanratu.

"Dia ngeluarin pisau kecil warna hitam dan bilang, 'ngomong sekali lagi, kubunuh kamu'," kenang SS dengan nada bergetar.

Ancaman pembunuhan tersebut tidak hanya dilakukan dengan senjata, tetapi juga secara verbal. Bahkan saat korban mencoba mengirim pesan singkat bertuliskan kata 'takut' kepada calon suaminya, pelaku langsung menginterogasi dan menekannya.

Gagal Bekerja Akibat Trauma

Setelah berhasil pulang pada Selasa dini hari, SS kini harus berhadapan dengan trauma psikologis yang berat. Rencananya untuk memulai karier di sebuah kantor notaris terpaksa tertunda karena kondisi mentalnya yang belum stabil.

Hingga saat ini, SS sangat berharap pihak kepolisian segera melakukan tindakan medis berupa visum untuk memperkuat bukti hukum di pengadilan.

"Sakit, trauma pasti ada, dan aktivitas jadi terganggu. Harapannya pengen di visum dulu biar ada bukti, dan pelakunya dipenjarakan," tegasnya.

Kasus ini telah dilaporkan dan kini ditangani oleh pihak berwajib. Terduga pelaku yang sebelumnya diamankan di Polsek Cicurug, kini telah dilimpahkan ke Polres Sukabumi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner