Cerita Emak-emak di Sukabumi 'Lawan' Angin Kencang hingga Lapak Nasi Kebuli dan Motor Terbalik

3 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kota Sukabumi pada hari Sabtu (24/1/2026), membawa dampak kerusakan di kawasan Terminal Lama. Sedikitnya sembilan lapak usaha milik warga dilaporkan ambruk dan rusak berat setelah tersapu angin kencang sekira pukul 13.00 WIB.

Salah seorang pedagang nasi kebuli, Ningsih (45), menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya berusaha menyelamatkan tempat usahanya.

Meski sempat berupaya menahan stan miliknya, kuatnya tekanan angin membuat bangunan non-permanen tersebut tetap roboh.

“Tadi mulai pukul 13.00 WIB saya pegangin stand dagangan kirain enggak kenceng anginnya, pas saya pegangin ambruk semua, lapak saya juga kebalik, motor kebalik, perabot pada pecah, ada gelas, blender, hancur,” ujar Ningsih.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan bangunan dan perabotan dagang, tetapi juga mengakibatkan putusnya aliran listrik di area sekitar.

Ningsih mencatat ada sembilan titik yang terdampak, termasuk lapak miliknya yang sudah beroperasi selama dua tahun terakhir di lokasi tersebut.

Menurutnya, meski angin kencang sering terjadi di kawasan Terminal Lama, dampak kerusakan kali ini merupakan yang terparah.

“Sering sih angin kencang, cuma kalau sampai merusak itu baru sekarang,” tambahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ningsih juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pihak perusahaan yang mengelola kawasan tersebut merespons kejadian dengan cepat.

“Alhamdulillah masih bisa berjualan, dari perusahaan juga alhamdulillah sigap bertanggung jawab, langsung lapak saya diperbaiki,” tuturnya.

Hingga saat ini, angin kencang dilaporkan masih melanda beberapa wilayah di Kota Sukabumi. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Aktivitas 130 Siswa Lumpuh

Angin kencang juga menyebabkan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Madrasah Diniyyah (MD) Al Madhoriyah di Kampung Kemang, Desa Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah pada bagian atap hingga tembok, yang memaksa ratusan siswa harus mengungsi.

Insiden bermula sekitar pukul 13.10 WIB. Aaz Azizah, salah satu tenaga pengajar, menuturkan bahwa ia awalnya mendapat laporan mengenai kerusakan genteng di gedung PAUD saat sedang berada di luar lokasi. Namun, situasi memburuk satu jam kemudian.

"Awalnya hanya genteng PAUD, tapi satu jam kemudian bangunan Madrasah Diniyyah juga tersapu angin. Saya menyaksikan sendiri material bangunan terbang dan jatuh ke area persawahan," ujar Aaz.

Meski kerusakan bangunan tergolong berat mencakup atap yang hilang, plafon yang jebol, hingga tembok retak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Saat kejadian, siswa PAUD sedang libur karena jadwal sekolah hanya Senin hingga Jumat. Sementara itu, anak-anak yang berada di sekitar lokasi Madrasah segera diminta pulang sesaat sebelum angin kencang menghantam.

Seorang pedagang makanan lanjut usia dikabarkan sempat terkena benturan material, namun dilaporkan dalam kondisi selamat.

KBM Dialihkan ke Majelis

Pengelola lembaga, Lia Juliyanti, menyatakan bahwa total ada lima ruangan yang kini tidak bisa digunakan sama sekali. Dampaknya dirasakan oleh sekitar 130 siswa yang terdiri dari jenjang PAUD dan Madrasah Diniyyah.

"Sebagai langkah darurat, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk 37 siswa PAUD dialihkan ke majelis taklim terdekat. Kami juga harus mengatur skema belajar untuk siswa Madrasah karena ruangan mereka tidak lagi aman," jelas Lia.

Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2015 ini sangat berharap adanya perhatian dan bantuan segera dari pemerintah. Perbaikan gedung menjadi prioritas utama agar 130 siswa Al Madhoriyah dapat kembali mengenyam pendidikan di fasilitas yang layak.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner