Asa Ketahanan Pangan dari Tangan Kaum Ibu di Kota Kembang

1 day ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kembang kol itu tampak begitu mekar. Khas berwarna kuning pasi. Beberapa ikat kangkung tak kalah menggoda. Menampilkan warna hijau dan menggiurkan. Merah gelap sambal stroberi tersaji pada wadah kecil di atas sebuah toples yang penuh berisi bawang hitam atawa black garlic.

Ada pula olahan keripik daun kembang kol dalam kemasan plastik, mirip sekali keripik bayam. Kudapan gurih itu serasi kala dimakan bersama sambal stroberi pedas-masam.

Semua itu berasal dari sebuah kebun perkotaan di kawasan Sarijadi. Ditanam dan diolah oleh warga di sana. Lahir dari tangan-tangan Nengsih (40), Ivon (56), Nunung (59) dan kaum ibu lainnya.

Ketiga perempuan ini bukan ahli pertanian. Hanya ibu rumah tangga biasa. Tapi mereka memiliki komitmen besar untuk menanam. Hingga akhirnya merasakan bahwa menanam itu ternyata bermanfaat.

Mereka mulai belajar bertanam pada 2021. Awalnya, kebun itu adalah lahan tidur milik keluarga Ivon. Kegiatan urban farming mereka dimulai dengan kangkung dan pakcoy. Sayuran daun yang terbilang cukup mudah ditanam dan durasi panennya relatif singkat, sekitar sebulan.

Dalam perjalanannya, mereka mencoba menanam kembang kol, bawang, terong, timun, labu siam, hingga stroberi. Ketika panen tiba, sebagian hasilnya kembali dijadikan bibit. Sisanya, dijual dengan harga seikhlasnya bahkan diberikan cuma-cuma pada mereka yang butuh.

Kebun mereka memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan. Tapi, seperti kata Nengsih, menanam sayur setidaknya menjadi cara mempelajari ulang apa artinya kemandirian di tengah hidup kiwari yang penuh keterbatasan, yang serba pas-pasan.

“Kalau kita mau menanam minimal jadi ada buat makan sendiri. Belanja keluar jadi berkurang,” katanya kepada Liputan6.com.

Selain menumbuhkan sayuran, kebun ternyata mampu menumbuhkan silaturahmi di antara mereka.

“Berkebun itu penting, kita jadi bertemu dan silaturahmi. Makanya, kalau ada warga yang minta, ya, dikasih. Kalau ada yang mau beli, ya, Alhamdulillah,” katanya.

Hasil kebun dan olahan dari kebun Sawargi di Sukajadi itu menjadi bagian dari pameran Bibit Ka Jati yang diselenggarakan Urban Futures di Bumi Sangkuriang, kawasan Ciumbuleuit, Bandung, 10 Februari 2026.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner