Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Makassar hingga Februari 2026, 4 Kecamatan Masuk Zona Rawan Banjir

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sangat tinggi akan melanda Kota Makassar pada akhir Januari hingga awal Februari 2026. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meningkatkan kewaspadaan, terutama di empat kecamatan yang rawan banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer, potensi hujan lebat di Makassar masih cukup besar.

"Masih ada potensi curah hujan di atas 500 milimeter yang akan terjadi di wilayah Kota Makassar pada bulan Januari dan Februari," ujar Adil, Rabu (14/1/2026).

Menurut Adil, periode yang perlu menjadi perhatian utama adalah minggu terakhir Januari hingga awal Februari. Ia mengingatkan, hujan berpotensi turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

"Nah, potensi yang akan kita alami nantinya itu berada pada posisi minggu terakhir Januari atau awal Februari. Ini adalah waktu-waktu antisipasi dan waktu kita memperkuat mitigasi," jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga pertengahan Januari 2026, curah hujan di Kota Makassar telah mencapai sekitar 183 milimeter. Angka tersebut masih berpotensi meningkat signifikan dalam waktu dekat.

"Artinya, masih ada peluang hujan cukup besar yang belum turun. Kalau karakteristiknya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ini perlu diwaspadai," kata Adil.

Lebih lanjut, Adil menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh beberapa indikator dinamika atmosfer, di antaranya pergerakan Monsun Asia yang aktif memasuki wilayah Sulawesi Selatan, serta fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO).

"MJO ini pergerakan massa udara dari barat ke timur. Dalam dua pekan ke depan diprediksi akan melintasi wilayah Indonesia bagian tengah, termasuk Sulawesi," ujarnya.

Selain itu, lanjut Adil, aktivitas gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby juga diperkirakan kembali menguat dalam 10 hingga 15 hari ke depan dan berpotensi meningkatkan curah hujan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner