Pedagang Es Jadul Buka Suara Awal Mula Dipukul dan Ditendang Anggota TNI-Polisi Dituduh Pakai Spons

15 hours ago 5

Liputan6.com, Depok- Sudrajat (50) pedagang es kue jadul menjadi korban penyiksaan yang dilakukan oknum TNI dan Polri. Sudrajat sempat dituduh berjualan es berbahan spons di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).

Sudrajat mengatakan, saat berjualan keliling terdapat pembeli yang ingin membeli es kuenya di wilayah Kelurahan Kampung Rawa. Dari lima potong es yang dibeli, terdapat satu potong es yang dituduh menggunakan bahan beracun.

“Saya mengelak es yang saya jual bukan beracun, tapi anak itu nyuruh bapaknya yang polisi tangkap saya,” ujar Sudrajat saat ditemui di rumahnya di wilayah Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Bogor, Selasa (27/1/2026).

Sudrajat tidak dapat berbuat banyak saat dibawa ke sebuah pos keamanan. Pada lokasi itu, terdapat oknum TNI dan Polri menginterogasinya terkait bahan es kue yang diduga menggunakan bahan beracun atau polyurethane foam (PU Foam) yang biasa digunakan untuk material busa kasur maupun spon cuci.

“Di situ (pos) saya dikepung, saya dipukul, ditendang, padahal saya udah jelasin semuanya,” ucap Sudrajat.

Merasa mendapatkan tekanan dan kekerasan, Sudrajat tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa pasrah. Sudrajat sudah memohon ampun karena mendapatkan penyiksaan, bahkan sampai es kuenya rela dibuka semuanya untuk kebenaran dagangannya tidak menggunakan bahan beracun.

“Sampai saya disuruh makan es kue saya sama oknum TNI,” jelas Sudrajat.

Sudrajat mengaku sempat seakan dikurung di lokasi pos tempatnya diamankan oknum TNI dan Polri. Sudrajat masih ingat kekerasan yang dialaminya selain menggunakan tangan, turut ditendang menggunakan sepatu yang dipakai oknum TNI.

“Saya dikurung itu dari siang sampai malam, saya dibawa naikin ke mobil sambil ditarik di bawa ke kantor polisi,” ungkap Sudrajat.

Selama menjalani pemeriksaan, Sudrajat mengakui tidak mengalami penyiksaan. Selama di kantor polisi, Sudrajat diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait bahan makanan dagangan yang dijualnya.

“Saya baru pulang itu sekitar jam dua pagi, sampai rumah itu mau subuh,” tutur Sudrajat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner