Warga Batam Menjerit, Harga Kebutuhan Pokok Marangkak Naik

1 day ago 5

Liputan6.com, Batam - Baru seminggu masuk tahun 2026, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Batam melambung tinggi. Pantauan Liputan6.com, Selasa (6/1/2026), di sejumlah pasar tradisional, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, daging sapi dan ayam, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan harga. Hal ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama mengeluh.

Beras misalnya, mengalami kenaikan harga yang bervariatif. Untuk kemasan 5 kg, awalnya Rp65 naik menjadi Rp75 ribu, kemasan 10 kg dari harga Rp130 ribu menjadi Rp150 ribu, kemasan 25 kg yang sebelumnya dijual Rp265 ribu, kini melonjak menjadi Rp320 ribu.

"Semua jenis beras naik," ujar Yasrul, pedagang beras di Pasar Basah Mustafa.

Ia menyebutkan, lonjakan harga sebenarnya sudah terasa sejak November 2025 dan semakin membebani masyarakat di awal tahun.

Menurut Yasrul, kenaikan harga berdampak langsung pada daya beli warga. Banyak pembeli mengeluh, namun tetap membeli karena beras merupakan kebutuhan pokok.

"Pembeli banyak yang mengeluh, tapi mau bagaimana lagi," katanya.

Selain beras, harga gula pasir juga mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu per kg. Yasrul berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga.

"Turunlah harganya supaya konsumen tidak hilang," katanya.

Kondisi ini turut dirasakan pelaku usaha kecil, terutama pemilik warung makan. Mereka mengaku terjepit karena biaya bahan baku naik, sementara harga jual makanan sulit naik.

"Harga beras naik, tapi kami tidak bisa menaikkan harga makanan. Kalau dinaikkan, pelanggan bisa kabur. Kalau tidak, kami tidak dapat untung," keluh Rosita, pedagang ayam penyet.

Rosita juga mengungkapkan, lonjakan harga daging yang cukup drastis. Daging sapi impor yang sebelumnya Rp90 ribu per kg kini naik menjadi Rp120 ribuan per kg. Sementara daging ayam melonjak dari Rp26 ribu menjadi hampir Rp50 ribu per kg.

Meski demikian, ia menyebut harga telur ayam dan cabai merah masih relatif stabil.

"Kalau sekarang, biarlah kami yang mengalah. Tapi kalau naik, jangan drastis seperti ini," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Novrida (49), warga Sekupang. Ia mengaku heran karena harga bahan pokok justru naik setelah momen libur Natal dan Tahun Baru berakhir, terutama beras.

"Saya tidak tahu kenapa harga beras malah naik sekitar Rp2 ribu per kilogram, padahal momen liburan sudah selesai," kata Novrida.

Menurutnya, kenaikan harga sangat memberatkan, khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap. Ia berharap pemerintah segera merespons dengan turun langsung ke pasar untuk mengendalikan harga agar tidak terus melonjak.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner