Tragedi Angin Kencang di Cianjur Selatan: Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Tower Roboh

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang kawasan selatan Kabupaten Cianjur pada Sabtu (24/1) mengakibatkan sebuah menara (tower) telekomunikasi roboh. Insiden tragis ini menyebabkan seorang anak laki-laki berinisial MRP (11) meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban merupakan warga Kampung Cipicung, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda. Selain merenggut nyawa, robohnya tower milik salah satu provider seluler tersebut juga menimpa dua rumah warga hingga mengalami kerusakan sedang di bagian atap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Iwan Karyadi, menjelaskan bahwa cuaca buruk telah melanda wilayah tersebut sejak pagi hari.

"Cuaca ekstrem dengan angin kencang melanda Kecamatan Pasirkuda sejak pagi hingga petang, menyebabkan tower roboh menimpa seorang anak laki-laki yang sedang bermain di bawahnya hingga tewas di tempat dan dua rumah rusak," jelas Iwan, Minggu (25/1/2026).

Korban sempat dievakuasi ke puskesmas setempat untuk dilakukan visum sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum yang tak jauh dari rumah duka.

Hasil Penyelidikan Kepolisian

Pihak kepolisian dari Polsek Tanggeung langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu penyebab pasti kegagalan struktur pada menara tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan adanya kerusakan pada tali penahan menara.

Kapolsek Tanggeung, AKP Dedi Suryaman, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka parah di bagian kepala serta patah tulang pada bagian tangan dan kaki.

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti robohnya tower tersebut, di mana hasil olah TKP menunjukkan tali sling penahan dan penopang tower putus sehingga tower mudah roboh," ungkap AKP Dedi.

Dampak Luas di Wilayah Selatan

Dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Pasirkuda. Pohon tumbang dan tiang listrik yang ambruk dilaporkan menutup jalan utama di beberapa titik, seperti Kecamatan Pagelaran, Tanggeung, dan Sindangbarang. 

Hal ini sempat memutus arus lalu lintas dari Cianjur menuju wilayah selatan maupun sebaliknya.

Mengingat informasi dari BMKG bahwa puncak musim hujan disertai angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga awal Februari, BPBD Cianjur meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di dekat pohon besar atau struktur bangunan yang rawan roboh.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner