Dijanjikan Dapat Beras Tiap Bulan, Emak-Emak di Blora Malah Kehilangan Semua Perhiasan

18 hours ago 6

Liputan6.com, Blora - Seorang emak-emak warga Dukuh Tengger RT 03 RW 03, Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, bernama Sulasih (56), menjadi korban hipnotis oleh tiga orang tak dikenal. Akibat peristiwa tersebut, korban kehilangan seluruh perhiasan berupa kalung, cincin, dan anting.

Kejadian ini terjadi pada Senin (26/1/2026) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Sulasih bercerita, peristiwa bermula saat dirinya sedang berada seorang diri di rumah. Tiba-tiba datang tiga orang tak dikenal, terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki, yang mengaku hendak mengecek dan memperbaiki kompor gas milik korban.

"Nggih, kejadiannya kemarin," ujar Sulasih saat ditemui awak Liputan6.com di rumahnya, Selasa (27/1/2026).

Tanpa menaruh curiga, Sulasih mempersilakan ketiga orang tersebut masuk ke dalam rumah. Salah satu pelaku kemudian berpura-pura memeriksa kompor gas, sementara pelaku lainnya mengajak korban berbincang.

"Awalnya mau cek kompor, ajeng ndadosi kompor (awalnya mau cek kompor mau diperbaiki)," tuturnya.

Setelah itu, pelaku meminta korban mengambil Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alasan untuk keperluan pendataan. Korban kemudian difoto di depan kamar mandi.

"Saya disuruh mengambil KTP terus difoto," katanya.

Pelaku menjanjikan korban akan mendapatkan bantuan beras setiap bulan, sehingga korban semakin yakin bahwa mereka merupakan petugas resmi.

"Bilangnya kulo itu angsal (dapat) bantuan beras setiap satu bulan," ucap Sulasih.

Dalam kondisi berada di bawah pengaruh hipnotis, korban kemudian diminta melepas seluruh perhiasan yang dikenakannya, yakni kalung, cincin, dan anting. Tanpa perlawanan, korban menuruti permintaan tersebut.

"Kalung, ali-ali, ceplik kulo ken nyopoti (kalung, cincin, anting saya disuruh melepas)," imbuhnya.

Perhiasan itu kemudian dibawa oleh pelaku. Tidak berselang lama, mereka berpamitan meninggalkan rumah korban.

Beberapa saat setelah pelaku pergi, korban mulai tersadar. Saat itulah korban mendapati seluruh perhiasannya telah hilang, sehingga menyadari dirinya menjadi korban hipnotis.

Sulasih kemudian memberitahu anaknya dan melaporkan kejadian yang dialami ke pihak desa. Tak berselang lama, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jepon.

"Sudah laporan ke polisi kemarin setelah kejadian, diantar anak dan perangkat desa," katanya.

Sulasih berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan mengembalikan perhiasan yang menjadi satu-satunya harta berharganya.

"Nggih kulo harapane pelakune ndang ketangkep dan emase dibalekke, (Saya berharap pelakunya bisa cepat ketangkap dan perhiasan dikembalikan," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut, ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lain, khususnya para lansia yang tinggal sendirian di rumah.

"Mugi-mugi ora ono korban lain. Sakniki dadi kudu ati-ati. (Semoga tidak ada korban lain. Sekarang jadi lebih waspada," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner