Polisi Klaim Tetap Profesional Tangani Kasus Anak Purnawirawan Aniaya Pegawai Bank BUMN

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Polisi memastikan tetap profesional dan sesuai prosedur, dalam penanganan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anak purnawirawan Polri berinisial DE, terhadap seorang pegawai bank BUMN bernama Hendra Winata (24) di Lampung.

“Kami tetap on the track, profesional, dan sesuai SOP. Tidak ada perlakuan khusus,” kata Kapolsek Kedaton Kompol Budi Harto saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (7/1/2026).

Dia membenarkan bahwa kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, terlapor serta sejumlah saksi.

“Terduga pelaku sudah datang ke Polsek dan diperiksa oleh Kanit Reskrim. Korban juga sudah dimintai keterangan, begitu pula saksi-saksi yang melihat langsung kejadian tersebut,” ujar Budi Harto.

Menurutnya, sejauh ini setidaknya empat orang telah dimintai keterangan, termasuk korban, terlapor, dan saksi di lokasi kejadian.

Budi menegaskan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi saat ini tengah melengkapi berkas perkara sebelum menentukan peningkatan status ke tahap penyidikan.

“Sampai saat ini masih lidik. Kita lengkapi dulu berkas-berkasnya, nanti akan digelar untuk menentukan ke tahap sidik,” jelasnya.

Terkait isu adanya kemungkinan intervensi karena latar belakang keluarga terlapor, Kapolsek memastikan pihaknya tetap bekerja secara profesional.

Dalam kasus itu, polisi telah mengamankan barang bukti berupa gagang sapu yang diduga digunakan terlapor untuk memukul korban. Sementara itu, hasil visum medis terhadap korban masih menunggu keluarnya laporan resmi dari rumah sakit.

“Visum sudah kita buatkan saat korban melapor, tapi hasilnya belum keluar. Namun secara kasat mata memang terlihat ada luka di bagian kepala korban,” ungkapnya.

Meski demikian, Kapolsek tidak menutup kemungkinan adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan antara korban dan terlapor, selama memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalau nanti ada kesepakatan damai dari kedua belah pihak, itu bisa saja. Tapi proses tetap berjalan secara prosedural,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Hendra Winata diniaya DE. Korban dan terduga pelaku awalnya terlibat cekcok terkait hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Insiden terjadi pada Minggu (4/1 2026) di rumah pribadi ayah terduga pelaku.

Kejadian bermula saat Hendra bersama sejumlah teman mempertanyakan keberadaan speaker milik temannya yang hilang. Berdasarkan keterangan beberapa penghuni indekos, DE sempat terlihat membawa speaker tersebut sebelum dinyatakan hilang.

“Saya waktu itu ada di kos teman. Ada teman yang kehilangan speaker, dan beberapa orang melihat Dendi sempat membawa speaker itu,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Saat ditanya, DE disebut tidak mengakui perbuatannya. Situasi kemudian memanas setelah ayah DE yang merupakan pemilik indekos sekaligus purnawirawan Polri datang ke lokasi.

Tidak lama berselang, Hendra bersama dua rekannya dibawa ke rumah pribadi ayah DE dengan dalih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, di lokasi tersebut justru terjadi perdebatan berujung pada aksi kekerasan.

“Di sana berdebat. Ayahnya ngomong kasar dan mengancam kami. Terus Dendi menampar saya, lalu memukul kepala saya pakai gagang sapu sampai kepala saya pecah,” tuturnya.

Dalam situasi mencekam tersebut, dua rekan korban berupaya melarikan diri dengan membuka pagar rumah yang sempat dikunci. Sementara Hendra dilarikan ke rumah sakit akibat luka di bagian kepala.

Atas kejadian itu, korban telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Kedaton. Ia berharap proses hukum berjalan adil meski terduga pelaku merupakan anak purnawirawan Polri.

“Saya hanya ingin keadilan. Semoga pelaku bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner