Pohon Tumbang Disertai Suara Dentuman Keras Bikin Pegawai Kantor Gubernur Sulsel Panik, 4 Mobil Ringsek

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta Hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda Kota Makassar, Sabtu (29/11/2025). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa empat mobil yang terparkir di area parkir timur Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.10 Wita, saat sejumlah pegawai masih beraktivitas dan sebagian lainnya lembur menjelang akhir tahun. Suara dentuman keras akibat pohon tumbang sempat memicu kepanikan, membuat pegawai serta petugas Satpol PP yang berada di sekitar lokasi berhamburan keluar ruangan.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel, Andi Iksan membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa pohon tumbang akibat intensitas hujan yang tinggi disertai tiupan angin kencang.

“Curah hujan deras dan angin kencang menyebabkan satu pohon besar tumbang dan mengenai empat unit kendaraan roda empat. Saat ini kami masih menunggu laporan lengkap terkait kepemilikan kendaraan karena hari ini ada aktivitas dinas, khususnya di ruangan Badan Keuangan dan Aset Daerah,” kata Iksan kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan, tim evakuasi telah dikerahkan untuk memotong batang dan ranting pohon agar kendaraan yang tertimpa dapat segera dievakuasi. Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Usai evakuasi, Pemprov Sulsel berencana melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi pepohonan di lingkungan kantor gubernur. Menurut dia pohon-pohon yang rawan tumbang akan segera dipangkas untuk mencegah kejadian serupa.

“Kejadian ini menjadi peringatan bagi kami. Setelah evakuasi selesai, akan dilakukan asesmen ulang terhadap pohon-pohon tua untuk mencegah kejadian serupa,” kata Iksan.

Peringatan Dini BMKG

Peristiwa pohon tumbang ini terjadi tak lama setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan pada pukul 14.00–16.00 Wita. Dalam peringatan tersebut, BMKG menyampaikan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Wilayah yang masuk kategori waspada antara lain Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Barru, dengan kemungkinan meluas ke daerah lainnya.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, menyebut dinamika atmosfer dan laut saat ini berpotensi memicu curah hujan tinggi di banyak wilayah Sulawesi Selatan. Fenomena La Nina lemah yang diprediksi bertahan hingga awal 2026 serta fase negatif Indian Ocean Dipole (IOD) yang berlangsung hingga Desember 2025 turut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan tebal.

BMKG juga mencatat tujuh zona musim di Sulsel telah memasuki musim hujan 2025/2026. Kombinasi faktor tersebut membuat intensitas hujan harian meningkat signifikan.

Dalam surat resmi kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, BMKG meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat dan laut.

Tak hanya di kantor gubernur, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan di sejumlah titik lain, termasuk kawasan perumahan BTP dan Jalan Urip Sumoharjo. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa masih banyaknya pohon tua dengan struktur rapuh di area perkantoran, jalan protokol, hingga permukiman warga di Kota Makassar.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner