Pemkot Bandung Jaring 77 Tunawisma dalam Operasi PPKS Jalanan saat Libur Isra Mi’raj 2026

1 day ago 8

Keberadaan tunawisma tersebut, lanjut Yorisa, menimbulkan berbagai persoalan sosial. Mulai dari masalah kesehatan seperti risiko penyakit menular, gangguan ketertiban dan keamanan, hingga menurunnya keindahan kota.

"Praktik mengemis secara memaksa di sejumlah titik juga kerap dikeluhkan masyarakat," jelas Yorisa.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung terus melakukan penanganan secara kolaboratif. Dinsos bekerja sama dengan Satpol PP, Damkar, DLH, DPKP, DP3A, serta unsur kewilayahan dalam melakukan penjangkauan dan penertiban secara rutin.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan melaksanakan aksi penertiban gabungan dalam rangka beautifikasi kota, yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat dini hari hingga Minggu, serta dilanjutkan patroli siang dan sore. Penertiban ini menyasar gelandangan, pengemis, hingga manusia gerobak yang kerap beraktivitas di ruang publik.

"Penanganan tidak berhenti pada penertiban saja. Setelah dijangkau, mereka akan dibawa ke rumah singgah untuk menjalani rehabilitasi sosial dan bimbingan mental-spiritual (bimtalsik) selama tujuh hari," jelas Yorisa.

Selama proses tersebut, Dinas Sosial akan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya, mulai dari reunifikasi dengan keluarga, pemulangan ke daerah asal, hingga rujukan ke lembaga sosial sesuai kebutuhan. Khusus bagi tunawisma dari luar Kota Bandung, koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Sosial kabupaten dan kota maupun provinsi.

Yorisa mengakui, sebagian tunawisma kerap kembali ke jalan meski telah dibina. Hal ini disebabkan faktor ekonomi. Mereka menganggap aktivitas di jalan memberikan penghasilan instan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang atau barang kepada tunawisma di jalan.

"Kami akan menggencarkan sosialisasi dan imbauan, termasuk melalui Diskominfo, ATCS, serta Satpol PP, agar masyarakat tidak memberi di jalan. Memberi di jalan justru tidak mendidik dan memperpanjang masalah," ujar Yorisa.

Yorisa menyebut, upaya beautifikasi ini juga bertujuan mendukung sektor pariwisata Kota Bandung. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pada momen libur panjang, pemerintah ingin memastikan Bandung tetap aman, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi para tamu.

"Kota Bandung harus tetap bersih, tertib, dan berkesan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama," tukas Yorisa. 

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner