Pemicu Gempa Magnitudo 5,4 di Tual Menurut Badan Geologi

2 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Gempa dengan magnitudo 5,4 mengguncang Tual, Maluku Tenggara pada Sabtu (3/1/2025) dini hari pukul 01.28 Wib. Pusat gempat ada di kedalaman 88 km dan berjarak sekitar 134 km baratlaut Tual, Maluku Tenggara.

Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyebut gempa tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi di Laut Banda. Sebab hasil analisa menunjukkan gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar oblique naik dengan arah pergerakan menganan dan kemiringan bidang sesar ke arah barat laut.

"Kejadian gempa bumi ini tidak memicu tsunami. Hingga laporan ini dibuat, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa bumi ini. Wilayah terdampak termasuk ke dalam kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi," ujar Lana dalam keterangannya ditulis Bandung.

Kondisi Geologi Laut Banda Dekat dengan Tual

Melihat dari lokasi episenter daerah terdekat dengan Laut Banda adalah Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Morfologi wilayah di sekitar lokasi pusat gempa bumi pada umumnya berupa dataran yang berselingan dengan perbukitan, sedangkan ke tengah Pulau Tual dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar morfologinya berombak, bergelombang, perbukitan, hingga pegunungan.

Kondisi geologi kawasan pantai dan dataran tersusun oleh aluvium dan batuan sedimen Kuarter. Sedangkan pada perbukitan, morfologinya berombak, bergelombang hingga pegunungan tersusun oleh batuan sedimen Tersier dan batuan metamorf Pra Tersier.

Batuan yang telah mengalami pelapukan dan sedimen permukaan memiliki sifat urai, lepas dan tidak terkonsolidasi sehingga berpotensi memperkuat efek guncangan gempa bumi. Kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan," ujar Lana

Wilayah terdekat dengan pusat gempa Bumi memiliki klasifikasi kelas tanah sedang (D) dan tanah sangat padat/ batuan lunak (C) dengan kecepatan Vs30 berkisar antara 350- 450 m/det.

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Lana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Namun diharapkan, masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi serta mengamati dan mematuhi rambu evakuasi. Masyarakat juga diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.

"Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi," kata Lana

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner