Membaca Manuver-manuver Politik Elite Golkar Sumut Jelang Musda

23 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dinamika politik di internal DPD Partai Golkar Sumatera Utara memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI. Isu miring berembus kencang bahwa penunjukan Ahmad Doli Kurnia (ADK) Tandjung sebagai Plt Ketua DPD bukan sekadar transisi biasa, diduga bagian dari strategi memuluskan jalan bagi Ketua Harian Yasyir Ridho Loebis menuju kursi nomor satu Golkar Sumut periode 2025-2030.

Spekulasi ini muncul bukan tanpa alasan. Tidak lama setelah ditunjuk Ketum Bahlil Lahadalia pada 18 Desember 2025 untuk menggantikan Musa Rajekshah, ADK melakukan revitalisasi pengurus.

Secara mengejutkan, ia menarik dua sahabat lamanya semasa di KNPI: Yasyir Ridho Loebis sebagai Ketua Harian dan Rolel Harahap sebagai Sekretaris.

Langkah ADK yang memboyong "gerbong" lama ini memicu dugaan adanya skenario "pengantin" yang telah disiapkan untuk Musda mendatang.

Reaksi Rolel

Sekretaris Golkar Sumut Rolel Harahap pasang badan menepis kabar burung tersebut.

Saat ditemui di sela-sela Rakerda MKGR Sumut di Grand Mercure Medan, Kamis (8/1/2026), Rolel menegaskan bahwa penunjukan ADK murni untuk misi penyelamatan dan konsolidasi organisasi.

"Tugas Pak Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia adalah konsolidasi partai dan puncaknya menggelar Musda ke-11. Tidak ada itu istilah mempersiapkan 'pengantin'," tegas Rolel.

Meski membantah adanya pengkondisian, Rolel tidak menutup pintu bagi Yasyir Ridho jika memang berniat maju.

"Saya belum dengar (Yasyir maju). Tapi kalau beliau mau maju, itu haknya. Beliau sangat memenuhi syarat," tambahnya.

Reaksi Yasyir Ridho

Di sisi lain, Yasyir Ridho Loebis justru menunjukkan sikap dingin terhadap isu ini. Dalam keterangan sebelumnya, ia seolah memberikan sinyal enggan kembali terjun dalam perebutan kursi panas tersebut, mengingat memori pahit Musda sebelumnya.

"Saya sudah pernah menang, tapi tidak dilantik. Sekarang fokus membantu pelaksanaan Musda saja," ujar Yasyir singkat, Selasa (6/1/2026).

Hingga berita ini diturunkan, jadwal pasti pelaksanaan Musda XI masih menjadi teka-teki. Semua keputusan kini berada di tangan Ahmad Doli Kurnia yang tengah berkonsultasi intensif dengan DPP Partai Golkar di Jakarta.

Rakerda MKGR Sumut Dukung Hendriyanto Sitorus

Di sisi lain, DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumut memutuskan memberikan dukungan kepada Hendriyanto Sitorus untuk memimpin Partai Golkar Sumatera Utara Periode 2025-2030.

Keputusan tersebut diambil setelah MKGR Sumut menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Konsolidasi Organisasi yang digelar di Hotel Grand Mercure, Medan, pada Rabu-Kamis (7-8/1/2026).

Sebanyak 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MKGR se-Sumatera Utara hadir dan sepakat untuk mendukung Hendriyanto Sitorus dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sumatera Utara 2026.

"Berdasarkan hasil Rakerda, MKGR Sumatera Utara beserta seluruh DPC se-Sumatera Utara memutuskan, menetapkan, dan siap memenangkan Saudara Dr. Hendriyanto Sitorus untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara," ujar Ketua DPD MKGR Sumut, Darma Putra Rangkuti.

Ia menjelaskan, ada tiga poin krusial yang menjadi catatan dalam Rakerda tersebut. Pertama, Keabsahan Forum (Korum). Rakerda dinyatakan sah secara organisasi karena dihadiri oleh perwakilan dari 22 DPC kabupaten/kota ditambah 1 suara dari DPD MKGR Provinsi.

"Dengan total 23 suara, forum ini memiliki legitimasi kuat dalam mengambil keputusan strategis," sambungnya.

Yang kedua, kegiatan ini juga rangkaian peringatan hari jadi MKGR ke-66. Darma berharap, MKGR dapat terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus membesarkan Partai Golkar di Sumatera Utara.

Ketiga, memberi dukungan kepada Hendriyanto Sitorus dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumut pada Musda mendatang.

"Semoga apa yang kami putuskan ini menjadi keberkahan buat Partai Golkar dan masyarakat Sumatera Utara secara umum," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner