May Day di Batam, Wali Kota Ucapkan Selamat Aktivis Buruh Kini Jadi Menteri

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Batam berlangsung kondusif. Tidak ada aksi besar turun ke jalan. Namun semangat buruh tetap terasa melalui kegiatan yang dinilai lebih produktif dan sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi peringatan May Day yang diinisiasi kalangan serikat pekerja, khususnya SPSI. Dia menilai pola gerakan buruh di Batam menunjukkan kedewasaan dengan mengedepankan pendekatan dialog dan kolaborasi.

“Biasanya aksi buruh itu hangat, bahkan panas. Tapi hari ini kita lihat luar biasa, mampu menyatukan aktivis buruh dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Amsakar di Dataran Engku Putri, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, serikat pekerja di Batam tidak hanya vokal dalam menyuarakan aspirasi, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan daerah. Sejumlah kegiatan yang dilakukan dinilai konstruktif, mulai dari penanaman mangrove hingga dukungan terhadap program pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyinggung momentum nasional yang dinilai membanggakan bagi kalangan buruh. Yakni kehadiran aktivis buruh di level pemerintahan sebagai simbol keberhasilan perjuangan panjang kelas pekerja. Orang yang dimaksud adalah Jumhur Hidayat yang kini menjabat Menteri Lingkungan Hidup.

“Bukan sekadar memperingati Hari Buruh, tapi juga ada rasa bahagia karena aktivis buruh sekarang sudah menjadi menteri,” katanya.

Ketua DPD LEM SPSI Kepulauan Riau, Saeful Badri, menyebut sejumlah capaian gerakan buruh di Batam, di antaranya penanaman mangrove, pengawalan investasi melalui kolaborasi pemerintah dan pengusaha, hingga keberhasilan mendorong upah sektoral melalui kesepakatan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Saeful juga mengungkapkan kebanggaannya setelah menerima kabar bahwa Ketua Umum SPSI, Jumhur Hidayat, dipanggil Presiden Prabowo Subianto dan dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

“Pak Jumhur Hidayat, salah satu aktivis buruh, kini diangkat menjadi menteri. Kita harus mendukung,” ujar Saeful.

Di lokasi terpisah, yakni kawasan Welcome to Batam, aliansi buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam juga memperingati May Day tanpa aksi besar. Meski demikian, mereka tetap menyuarakan tuntutan strategis, terutama percepatan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, mengatakan pihaknya sempat berencana menggelar aksi. Namun rencana tersebut dibatalkan setelah Presiden menerima aspirasi buruh yang disampaikan Presiden Konfederasi FSPMI, Said Iqbal.

“Kami mendapat informasi bahwa tuntutan sudah diterima Presiden, sehingga hari ini lebih difokuskan pada pengawalan proses di DPR,” ujarnya.

Suprapto menambahkan, perwakilan DPR RI telah menerima petisi buruh yang akan diteruskan untuk segera dibahas di parlemen.

“Harapannya dalam waktu dekat DPR RI sudah menerima surat dari pemerintah untuk membahas Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru,” katanya.

Adapun tuntutan utama buruh meliputi pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang baru, penolakan upah murah, serta penghapusan praktik outsourcing yang dinilai masih merugikan pekerja, khususnya di Kepulauan Riau.

Selain itu, isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di ASL juga menjadi perhatian serius. Buruh mendorong perbaikan sistem perlindungan tenaga kerja guna mencegah kecelakaan kerja yang masih terjadi.

“Masalah K3 harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak ingin ada lagi kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa,” tegas Suprapto.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner