Penyebab KA Argo Bromo Tabrak Avanza di Grobogan Hingga 4 Orang Tewas

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Nasib tragis dialami rombongan pengantar jemaah haji asal Grobogan Jawa Tengah. Penyebabnya, diduga pengemudi kurang berhati hati saat melintasi rel tanpa paling pintu saat malam hari, mobil yang dikendarainya tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melintas.

Insiden kecelakaan yang menimpa mobil Toyota Avanza nopol H 1060 ZP ini, empat korban dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan lima korban lainnya terluka parah pada Jumat (1/5/2026) dini hari.

Kondisi jalan yang minim penerangan dan kurangnya rambu rambu peringatan bagi kendaraan di lintasan rel tanpa palang pintu ini, juga diduga menjadi pemicu kecelakaan kereta api.

Infotmasi yang diterima Liputan 6 di lokasi menyebutkan, Toyota Avanza berwarna putih memuat sembilan penumpang. Penumpang tersebut merupakan rombongan asal Grobogan, usai mengantarkan keberangkatan haji ke Solo.

Diduga kurang berhati hati, pengemudi Avanza tidak memperhatikan situasi saat melintasi rel kereta api tanpa palang pintu. Sesampai di lokasi kejadian, melaju kereta api Argo Bromo dari arah timur menuju arah barat. Tak pelak, Avanza tersebut dihantam oleh kereta api.

Akibat dihantam benturan keras, membuat Avanza terpental hingga sejauh 20 meter. Kondisi mobil yang ringsek terlempar masuk ke area persawahan yang berada di pinggir rel kereta api.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani membenarkan terjadinya kecelakaan kereta api dengan sebuah minibus berpenumpang 9 orang.

"Dari 9 penumpang, 4 korban meninggal dunia, 3 korban rawat jalan, dan 2 korban dirawat di RSUD R Soejati Purwodadi Grobogan. Kasus kecelakaan ini masih. kami dalami," ujar Kumala saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (1/5/2026).

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo menambahkan, para korban penumpang mobil Avanza merupakan warga Kabupaten Grobogan. Korban tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.

"Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada (korban) calon haji. Tunggu ya masih didalami," singkat Eko Ari Kisworo.

Terpisah, Humas KAI Daop 4 Semarang membenarkan bahwa KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dilaporkan tertemper mobil. Lokasi kejadian berada di perlintasan kilometer 52+800, jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB.

"Mobil mengangkut rombongan pengantar jamaah haji berisi 9 orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di lokasi tersebut, " ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

Usai tabrakan tersebut, kereta Argo Bromo Anggrek sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB. Saat berhenti di stasiun itu, dilakukan pemeriksaan kondisi sarana kereta api usai tertemper mobil.

"Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 02.56 WIB," terang Lukman.

Lukman menyampaikan, PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut.

Pihak KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, merujuk Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," pungkas Lukman.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner