Detik-Detik Mencekam Kepala Dinas Tabrak Kerumunan Siswa SD, Korban Sampai Masuk ke Kolong Mobil

5 hours ago 3

Liputan6.com, Pandeglang - Insiden Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Banten, menabrak kerumunan siswa menjadi hal yang tak akan dilupakan Irma. Orangtua salah satu korban itu menceritakan detik-detik mobil yang dikendarai Ahmad Mursidi itu menabrak anaknya yang sedang jajan. 

Saat itu, Kamis, 30 April 2026, dia sedang berada disekitar SDN 5 Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dirinya kaget menyaksika tiba-tiba mobil menabrak kerumunan siswa yang sedang jajan di depan sekolah. Putrinya mengalami banyak luka di tubuhnya, dalam suasana kemelut, anaknya langsung dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang bersama beberapa korban lainnya untuk mendapat perawatan. Saat berita ini disiarkan, anaknya masih mendapat perawatan di rumah sakit dan berharap putrinya bisa segera pulih kembali.

"(Kejadian) pas jam istirahat, tiba-tiba ada mobil, terus tiba-tiba anak-anak pada begitulah. Posisi anak saya lagi pada jajan. Yang meninggal itu satu orang, anak kelas 4. (Luka-luka anak saya) di kaki, mulut sama jidat," ucap Irma, orangtua korban, di RSUD Berkah Pandeglang, Jumat, (1/5/2026).

Suasana kepanikan saat mobil menabrak kerumunan siswa, pedagang, hingga sales, juga digambarkan seorang guru SDN 05 Sukaratu.

Mobil yang dikendarai oleh Ahmad Mursidi dalam kondisi mengenakan alat bantu pernapasan itu, menabrak kerumunan siswa dan berhenti saat menghantam tembok pagar sekolah. Sehingga bagian mobil jenis Innova warna hitam itu rusak parah.

"Saat anak istirahat posisi anak kan di sini (depan pagar sekolah) pada jajan, disini ada pedagang. Setelah nabrak sales, ke sini nabrak anak-anak, nabrak tembok (mobil berhenti)," ujar Rika, guru SDN 05 Sukaratu, Jumat (1/5/2026).

Warga beserta guru yang kaget segera mengevakuasi Ahmad Mursidi, Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, beserta para korban tabrakan.

Para korban, termasuk siswa, mengalami luka serius dan banyak mengeluarkan darah. Bahkan ada siswa yang berada di kolong mobil, usai ditabrak oleh Mursidi. Sehingga masyarakat dan guru harus masuk ke bawah kendaraan untuk menyelamatkan siswa SDN 05 Sukaratu tersebut. Seluruh korban selanjutnya dibawa ke RSUD Pandeglang.

"Anak-anak ada yang di kolong mobil, ada yang berdarah-darah, sama warga dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan, dia (Ahmad Mursidi) punya sakit diabetes, dia sendirian di dalam mobil," jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner