Macan Tutul yang Cakar dan Gigit 2 Warga di Kabupaten Bandung Bakal Dilepasliarkan

3 days ago 8

Liputan6.com, Bandung - Macan tutul jantan yang ditangkap usai melukai dua orang warga di permukiman Desa Maruyung, Kabupaten Bandung, berpotensi untuk dilepas-liarkan kembali ke hutan. Meskipun hal tersebut butuh kajian yang lebih mendalam. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita.

"Kami akan ada kajian khusus untuk habitat yang memungkinkan untuk melepasliarkan kembali," katanya, Jumat (6/2/2026).

Diketahui, macan tutul itu ditangkap di permukiman pada Kamis kemarin (5/2/2026). Setelah sempat diamankan sementara di kantor Polsek Pacet, macan itu kemudian dibawa oleh Tim BBKSDA ke balai konservasi hewan Cikembulan, Garut.

Vitriana menegaskan, pihaknya akan memeriksa kesehatan dan melakukan rehabilitasi. Hal tersebut menjadi fokusnya kini. Hasil pemeriksaan dan rehabilitasi akan menentukan apakah macan tutul tersebut layak dilepas-liarkan kembali. 

"Akan dilihat kembali kondisi macan tutulnya," katanya.

Sebelumnya, Vitriana Yulalita, mengaku belum bisa memastikan dari mana asal macan tutul yang masuk ke permukiman warga itu.

"Saya belum bisa menyimpulkan," katanya kepada wartawan di Mapolsek Pacet.

Kepala Desa Maruyung Apen Supendi di Bandung, Kamis (5/2/2026) mengatakan, kemunculan macan tutul pertama kali dilaporkan warga pada pagi hari dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar. 

"Kami menerima laporan dari warga terkait adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukuran satwa tersebut cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa," katanya. 

Apen Supendi menjelaskan peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan satwa liar yang dilindungi itu.

Ia juga menyebutkan dua warga yang menjadi korban mengalami luka saat beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan macan tutul tersebut.

"Kedua korban langsung kami evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya sudah stabil," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Pacet, AKP Asep Mulia Warga Santosa mengatakan, pihak kepolisian mendapatkan laporan warga atas kejadian tersebut. Pihaknya kemudian segera berkoordinasi dengan BBKSDA hingga Damkar.

"Kami menerima laporan masyarakat bahwa ada hewan jenis macan tutul berkeliaran. Kita ke TKP dan Alhamdulillah untuk macan tutul bisa kita tangkap, diamankan dan kita bawa ke polsek untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner