Waspada 'Kedekatan Semu', Psikolog KPAI Ingatkan Bahaya Child Grooming di Lingkungan Sekolah

2 days ago 7

Liputan6.com, Sukabumi - Anggota Pokja Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sekaligus Psikolog, Dikdik Hardy, memberikan peringatan serius mengenai bahaya child grooming di lingkungan pendidikan.   

Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai pola perilaku ini sangat penting agar masyarakat tidak abai sekaligus tidak sembarangan dalam memberikan label.

​Dikdik menjelaskan secara rinci bahwa child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan seorang anak atau remaja dengan tujuan akhirnya mengeksploitasi mereka.

​"Jadi clue-nya adalah manipulasi atau niat tersembunyi pelaku melalui pendekatan emosional dan psikologis. Itu adalah perhatian dan kedekatan emosi yang semu, bukan ketulusan, sehingga korbannya tidak menyadari. Tujuannya adalah eksploitasi di mana pelaku mendapatkan keuntungan dari hal tersebut," tegas Dikdik di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026).

​Menakar Kasus di SDN di Kabupaten Sukabumi 

Terkait dugaan kasus yang melibatkan seorang guru SDN di Kabupaten Sukabumi, Dikdik menyatakan belum dapat memastikan statusnya karena masih membutuhkan informasi yang jelas dari guru maupun siswi yang bersangkutan.

​"Untuk memastikan itu termasuk child grooming atau bukan, harus melihat pola perilaku dari guru dan siswi yang bersangkutan, sehingga saya bisa memastikan apakah yang terjadi di SDN Sukalarang ini masuk dalam kategori pola perilaku child grooming atau bukan," jelasnya. 

Ia menekankan bahwa di lingkungan sosial, masalah ini seringkali disepelekan atau justru terlalu mudah dilabeli tanpa dasar yang kuat.

​Menurutnya, tujuan pendidikan memang tidak sekadar akademik, tetapi juga perkembangan mental yang positif dan interaksi sosial yang sehat. 

"Membentuk karakter yang baik tidak boleh mengabaikan etika; harus dibentuk melalui proses yang sejalan dengan norma. Selain itu, akan lebih bijak jika niat mengembangkan karakter juga melibatkan peran serta orang tua agar terjadi sinergi," tambahnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner