Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa SD yang Tewas Gantung Diri di NTT

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian siswa kelas IV Sekolah Dasar di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa gantung diri yang menimpa bocah tersebut.

"Diputuskan untuk menghentikan penyelidikan karena penyebab kematian korban bukan merupakan tindak pidana," ujar Kapolres Ngada AKBP, Andrey Valentino, Minggu (8/2/2026).

Andrey menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari 11 orang saksi, meliputi dokter yang melakukan pemeriksaan visum dan guru-guru di sekolah tempat korban menimba ilmu.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) juga diundang untuk membantu menentukan arah penyelidikan.

"Meskipun keluarga korban memang mengalami keterbatasan ekonomi dan sering terlambat bayar biaya sekolah, namun biaya tersebut akhirnya dibayar lunas setelah orang tua menjual hasil panen dari kebun mereka," ujar Andrey.

Ia menegaskan, korban tidak mengalami perundungan di sekolah. Hasil visum juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Tak Ada Bullying

Kepala Sekolah SD Negeri Rj, Maria Ngene menegaskan tak ada perundungan terhadap korban di lingkungan sekolah. Pasalnya, korban sangat dekat dengan teman-teman sekelasnya.

"Saya pastikan tidak ada bullying. Kami anak-anak desa, hampir semua anak petani tidak ada yang namanya menghina atau bully," tegasnya.

Menurutnya, Yohanes dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik dan tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan,” katanya.

Perlengkapan Belajar

Mengenai perlengkapan belajar YBR yang kurang, Maria menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci. Karena menurut dia, pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.

"Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar. Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi,” ujarnya.

Selama mengikuti proses belajar mengajar, kata Maria, Yohanes tidak pernah menyampaikan keluhan dan tidak menunjukkan kendala yang menonjol.

“Tidak ada laporan atau keluhan. Kami memang tidak bisa memantau kondisi pribadi semua siswa secara detail," katanya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner