Kota Padang Diguyur Hujan Sejak Pagi, Warga Diimbau Jauhi Pinggiran Hujan

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Rabu (10/12/2025) pagi. Akibatnya sungai-sungai kembali meluap dan masuk ke pemukiman penduduk.

Dalam prakiraan BMKG Minangkabau, hujan masih berpotensi mengguyur hingga Rabu sore. Di Kota Padang, sejumlah sungai yang sebelumnya meluap dan mengakibatkan banjir bandang kembali meluap, seperti Sungai Kuranji dan Batu Busuk.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk menjauhi daerah pinggir sungai,” kata Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Rabu (10/12/2025).

Curah hujan terpantau cukup tinggi sejak subuh dan merata di hampir seluruh wilayah kota. Meski situasi hingga Rabu pagi masih terkendali, BPBD menegaskan langkah antisipasi tetap perlu dilakukan.

“Meski kondisi sampai saat ini aman dan terkendali, tetapi kami tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Hendri.

Seiring meningkatnya debit air, beberapa permukiman mulai merasakan dampak. Relawan penanganan bencana di Batu Busuak, Dian, melaporkan air kembali memasuki sejumlah rumah warga.

“Kami imbau warga yang siang ini berada di rumah agar kembali ke tempat pengungsian, karena cuaca masih tidak menentu,” ujarnya.

24 Jenazah Korban Banjir Bandang Sumbar Dimakamkan Massal di Padang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat bersama Polda Sumbar akan menyelenggarakan pemakaman massal terhadap 24 jenazah korban bencana banjir bandang yang belum berhasil teridentifikasi.

Prosesi penyalatan akan berlangsung di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, dilanjutkan pemakaman di TPU Bungus pada siang ini, Rabu (10/12/2025).

“Siang nanti kita akan melakukan penyelenggaraan jenazah bagi 24 orang korban bencana yang tidak teridentifikasi. Kita akan salatkan di Masjid Raya dan setelah itu jenazah akan kita makamkan secara massal di Bungus,” kata Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya seluruh persiapan untuk salat jenazah telah dilakukan. Ia menyebut Forkopimda Sumbar, ASN, jajaran kepolisian, dan masyarakat diperkirakan akan hadir dalam prosesi ini.

“Direncanakan penyelenggaraan salat jenazah nanti akan dihadiri oleh seluruh Forkopimda Sumbar, para ASN dan jajaran kepolisian serta masyarakat umum,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, menjelaskan bahwa 24 jenazah tersebut tidak memiliki tanda identitas dan belum ditemukan keluarganya.

Keputusan pemakaman massal ini merupakan hasil rapat gabungan antara Dinas Sosial Sumbar, Dinas Sosial Agam, Kabid DVI Polri, Wadan DVI Polda Sumbar, Karumkit Bhayangkara, BPBD Sumbar, dan Dinas Kesehatan Sumbar.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Di sisi lain, Pemprov Sumbar resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 14 hari, hingga 22 Desember 2025.

Fokus utama dalam masa tanggap darurat ini difokuskan pada penyelamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar, dan percepatan pendataan korban serta kerusakan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi berjanji seluruh unsur pemerintah, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memaksimalkan penanganan korban.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner