Kematian Dosen Untag: Rekan Sempat Ingatkan Korban Hati-Hati Pacaran dengan Polisi

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta Misteri penyebab tewasnya dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang terus didalami. Seorang rekan kerja korban yang juga dosen senior di Fakultas Hukum Untag Semarang, Kastubi, menduga kuat dosen Dwinanda Lincia Levi dan AKBP Basuki punya hubungan spesial.

Dia mengaku kenal cukup dekat dengan Levi bahkan menganggapnya seperti anak sendiri. Sepengetahuannya, Levi memang mengidolakan polisi.

"Memang kalau dari cerita dia, dulu suka mengidolakan polisi. Senang dekat dengan anggota polisi, saya juga tidak tahu alasannya. Sebelum dengan AKBP Basuki, Levi juga pernah pacaran dengan polisi, tapi putus," kata Kastubi.

Dia menduga hubungan antara Levi dan AKBP Basuki telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Kedekatan mereka juga pernah dia konfirmasi langsung pada Levi dan dibenarkan sebagai pacar. Bahkan dia pernah melihat korban dua kali dijemput pria berseragam polisi.

"Saya pernah dua kali, saat acara fakultas melihat Levi dijemput seorang laki-laki memakai bajunya anggota polisi," ujarnya.

Ingatkan Hati-Hati Memilih Pasangan

Sebagai senior dan rekan kerja, Kastubi mengaku kerap mengingatkan Levi untuk berhati-hati memilih pasangan. Apalagi jika pria tersebut seorang penegak hukum dan usianya lebih tua. Seperti diketahui, saat ini usia AKBP Basuki 56 tahun, sedangkan Levi 35 tahun.

"Saya pernah bercanda, Pacarmu kok tua? Saya bilang begitu, dia cuma ketawa."

"Hati-hati nduk pacaran sama polisi. Karena banyak polisi itu sumbu pendek, gampang emosional. Contoh pacarnya jalan dengan laki-laki lain bisa marah," katanya mengenang pesan untuk korban.

Tak Sangka Dosen Levi Ditemukan Tewas

Sebelum mendapat kabar tewasnya Levi, Kastubi tak melihat ada keanehan pada tubuh korban. Dia mengaku bertemu Levi terakhir kali pada Jumat 14 November 2025 lalu. Nyaris sepekan kemudian, atau tepatnya 19 November 2025 dia mendapat kabar Levi meninggal dunia.

"Selama seminggu terakhir Levi tampak bugar serta tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit," ujarnya.

Berjuang Ungkap Kematian Levi

Kastubi yang kini tergabung dalam Tim Hukum Untag Semarang tengah berupaya memperjuangkan proses hukum untuk mencari keadilan atas kematian Levi yang penuh kejanggalan.

"Kami meminta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk pemeriksaan forensik digital terhadap handphone maupun rekaman CCTV di sekitar kostel," pungkasnya.

Reporter: Danny Adriadhi Utama/merdeka.com

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner