Jemaah Muhammadiyah Masjid Al-Umm Sukabumi Gelar Salat Tarawih Malam Pertama

6 days ago 15

Liputan6.com, Sukabumi - Di tengah perbedaan penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijriah, Masjid Al-Umm Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) berdiri sebagai oase kedamaian. Selasa malam (17/2/2026), ratusan jemaah memenuhi setiap sudut masjid untuk menunaikan salat Tarawih perdana, membuktikan bahwa perbedaan metode bukanlah sekat untuk meraih keberkahan bersama.

Suasana khidmat terasa sejak azan Isya berkumandang. Di bawah tuntunan imam Ustaz M Thariq Aziz, saf-saf terisi rapat. 

Menariknya, jemaah yang hadir tidak hanya datang dari kalangan internal kampus, melainkan juga masyarakat umum dan pekerja di sekitar lingkungan kampus yang ingin memulai Ramadhan lebih awal sesuai Maklumat PP Muhammadiyah.

Wakil Rektor I Bidang Keislaman UMMI, Asep Muhammad Ramdhan, memandang fenomena ramainya jamaah tahun ini sebagai simbol antusiasme spiritual yang luar biasa.

"Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan salat Tarawih berjemaah. Saya melihat ada dosen, warga sekitar, hingga teman-teman dari BPJS yang bekerja di Gang Koperasi. Umumnya keluarga besar UMMI dan masyarakat setempat menyatu di sini," ujar Asep.

Terkait perbedaan metode penetapan awal Ramadhan yang kerap menjadi perbincangan, Asep memberikan pandangan yang menyejukkan. 

Baginya, keberagaman pendekatan antara Muhammadiyah dan organisasi lainnya adalah hal yang lumrah dalam khazanah Islam.

"Itu biasa lah, ada perbedaan cuma cara menentukan saja. Saya pikir tidak masalah ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan organisasi yang lain, itu hal yang wajar saja. Pendekatan yang digunakan mungkin berbeda; Muhammadiyah menggunakan metode A, organisasi lain menggunakan metode B. Yang penting kita sama-sama muslim, semua sama," tuturnya.

Kehadiran mahasiswa pun menjadi perhatian. Meski latar belakang mereka beragam dan banyak yang bukan dari keluarga besar organisasi Muhammadiyah, semangat untuk mengikuti ibadah puasa esok hari tetap terasa kuat di lingkungan kampus.

Asep juga berpesan agar spirit malam pertama ini terus terjaga hingga akhir bulan suci. Ia berharap warga Kota Sukabumi dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan dan kedamaian.

"Semoga dalam pelaksanaan ibadah Tarawih di malam pertama ini, kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan ibadah kita sampai akhir nanti diterima oleh-Nya," imbuhnya.

Selain di pusat kota, geliat ibadah serupa juga terpantau di kantong-kantong perserikatan Muhammadiyah lainnya, termasuk di wilayah Kadudampit Kabupaten Sukabumi dan lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, yang menunjukkan bahwa pesan kedamaian ini menggema luas hingga ke pelosok daerah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner