Gara-gara Sampah, Sekolah di Bandar Lampung Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

15 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Banjir terjadi di sejumlah tempat di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Salah satu dampak terparah terjadi di lingkungan pendidikan, tepatnya di SD Negeri 1 Jagabaya III, Kecamatan Way Halim.

Air bah setinggi sekitar satu meter menggenangi area sekolah, merendam halaman hingga ruang perpustakaan lantai bawah. Banjir datang secara tiba-tiba, memaksa pihak sekolah menghentikan sementara kegitan belajar mengajar (KBM) demi keselamatan siswa dan guru.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, Jumat (9/1/2026), bekas banjir masih tampak jelas. Lumpur cokelat menutupi lapangan sekolah, sementara sisa genangan air terlihat di sejumlah sudut bangunan.

Perwakilan SDN 1 Jagabaya III, Erfan Syah, mengungkapkan banjir dipicu luapan sungai yang berada tepat di samping sekolah. Aliran air tersumbat akibat tumpukan sampah di bagian jembatan, sehingga air meluap dan berbalik masuk ke area sekolah.

“Air besar datang setelah Magrib. Sungai meluap karena sampah menumpuk di jembatan, akhirnya air lari ke sekolah,” ujar Erfan.

Ia menjelaskan, ketinggian air saat banjir mencapai kurang lebih satu meter. Beruntung, kondisi sekolah yang baru selesai direhabilitasi membuat dampak banjir tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau sebelum direhab, bisa sampai dua meter. Sekarang yang terendam hanya ruang perpustakaan bawah,” katanya.

Sejumlah berkas sekolah sempat terdampak banjir, meski sebagian besar berhasil diselamatkan. Sementara koleksi buku perpustakaan dipastikan aman karena telah dipindahkan ke lantai atas.

Pascabanjir, pihak sekolah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus.

Meski siswa tetap datang ke sekolah, kegiatan belajar mengajar sempat terganggu karena kondisi lingkungan yang licin dan kotor.

“Anak-anak malah banyak main air. Aktivitas belajar pagi agak terhambat karena bersih-bersih, tapi tidak sampai diliburkan,” jelas dia.

Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan jembatan di sekitar sekolah untuk mencegah banjir berulang.

“Harapan kami sungai dan jembatan bisa diperbaiki. Sampah selalu menumpuk di jembatan, itu sumber masalahnya. Kalau bisa dilakukan pengerukan sungai dan penataan aliran air,” tandasnya.

Sebelumnya, hujan deras lebih dari dua jam, menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan dan ruas jalan protokol di Kota Bandar Lampung, Kamis (8/1/2026). Berdasarkan pantauan Liputan6.com, curah hujan tinggi terjadi sejak pukul 17.00 WIB hingga sekitar 19.10 WIB.

Genangan air meluas di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Kedamaian, Sukarame, Rajabasa, Teluk Betung, Antasari, Sukabumi, dan Pahoman. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga mencapai pinggang orang dewasa.

Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Kecamatan Sukabumi. Warga setempat, Dedi Nofianto, mengatakan banjir mulai terjadi setelah air menggenang di Jalan Pangeran Tirtayasa sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum akhirnya meluap ke permukiman warga.

"Awalnya air menggenang di jalan, tapi karena hujan makin deras air masuk ke rumah-rumah. Di RT 12 Kelurahan Sukabumi ada puluhan rumah yang terendam," ujar Dedi kepada Liputan6.com, Kamis (8/1/2026).

Dedi menyebut, banjir kerap terjadi setiap hujan deras akibat buruknya sistem drainase. Saluran air yang sempit dan tersumbat membuat aliran air dari Jalan Pangeran Tirtayasa dan Jalan Legundi mengalir masuk ke gang-gang permukiman warga.

"Drainase di belakang rumah kecil dan tidak lancar. Drainase di jalan utama juga banyak tersumbat sampah, jadi air malah masuk ke lingkungan warga," ungkapnya.

Hal serupa dirasakan warga Kecamatan Sukarame. Devi Yustika mengaku kontrakannya ikut terendam banjir hingga menyebabkan sejumlah perabotan basah.

"Kasur sampai basah kena banjir. Sekarang mulai surut sedikit karena hujannya sudah berhenti," katanya.

Devi menuturkan, kawasan tempat tinggalnya memang kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras, namun genangan kali ini disebutnya paling parah dibanding sebelumnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner