Dubes Belanda Bertamu ke Rumah Jokowi di Solo, Bahas Ekonomi Global dan Peluang Kolaborasi

1 day ago 8

Liputan6.com, Solo - Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen mendatangi rumah pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo pada Senin (26/1/2026). Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu berlangsung sekitar satu jam.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, Jokowi tiba terlebih dahulu di kediaman pribadinya yang beralamat di Jalan Kutai Utara No 1 Sumber, Banjarsari, Solo sekitar pukul 15.36 WIB. Setengah jam kemudian giliran Duta Besar Belanda yang datang tanpa pengawalan mobil patwal.

Setelah turun dari mobil Toyota Innova kelir hitam, Marc Gerritsen yang mengenakan kemaja batik lengan panjang berwarna coklat langsung masuk ke dalam rumah Jokowi. Duta Besar Belanda saat bertemu hanya didampingi seorang staf. Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu pun berlangsung hampir sejam.

Usai bertemu Jokowi, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen menyebut kunjungannya menemui mantan presiden dua periode itu sebagai bentuk penghargaan atas hubungan bilateral yang terjaga baik antara Indonesia dan Belanda selama masa kepemimpinan Jokowi.

Gerritsen mengatakan pertemuan tersebut menjadi pengalaman pertamanya bertatap muka langsung dengan Jokowi. Ia menilai Jokowi memiliki peran strategis dalam memperkuat relasi kedua negara.

"Sebagai Duta Besar Belanda, saya berbincang dengan sangat baik bersama Pak Joko Widodo. Ini adalah pertama kalinya saya mendapat kehormatan bertemu beliau," kata dia.

"Sebagai presiden saat itu, beliau sangat penting bagi hubungan antara Indonesia dan Belanda. Karena itu, saya datang untuk mengucapkan terima kasih atas segala yang telah beliau lakukan," tambahnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Gerritsen mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga membahas situasi perekonomian global serta peluang kolaborasi antara Indonesia, Belanda, dan Eropa di tengah ketidakpastian dunia.

"Kami juga membahas perekonomian serta bagaimana Indonesia dan Eropa dapat bekerja sama lebih erat di dunia yang sedang bergejolak. Dan kami (Indonesia-Belanda) dapat bekerja sama, misalnya, dalam memerangi perubahan iklim serta mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi banjir, juga dalam hal produksi pangan. Belanda sangat kuat dalam produksi pangan, sehingga kami dapat membantu Indonesia mencapai tujuannya," jelasnya.

Sementara itu, Jokowi membenarkan adanya sejumlah pembahasan dalam pertemuan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan secara detail materi diskusi yang berlangsung hampir satu jam itu.

"Beliau kan pas ke Solo mampir ke sini. Ya, bicara banyak hal tapi yang ringan-ringan. Ya, bicara banyak, banyak hal tetapi yang ringan-ringan. Yang ringan-ringan. Enggak ada yang berat pokoknya. Terima kasih," kata Jokowi.

Lanjut Baca:

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumur Banten, Berpusat di Laut

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner