Liputan6.com, Jakarta - Drama hukum di balik kematian tragis bocah NS (12) asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir. Setelah ibu tiri korban ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan, kini giliran ayah kandungnya, Anwar Satibi (AS), yang resmi mengenakan baju tahanan, Rabu (29/4/2026).
Penahanan Anwar dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Sukabumi menemukan bukti kuat terkait dugaan pembiaran dan penelantaran anak yang berujung pada hilangnya nyawa sang anak.
Langkah tegas kepolisian ini merupakan respons atas laporan yang diajukan oleh ibu kandung korban, Lisnawati. Anwar dituding tidak memberikan perlindungan maksimal dan cenderung membiarkan terjadinya praktik penelantaran terhadap buah hatinya saat berada di bawah pengasuhannya.
Kuasa hukum Anwar, Farhat Abbas, mengonfirmasi kliennya akan menjalani masa penahanan untuk 20 hari kedepan. Namun, ia mengkritik keras kebijakan penyidik yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi psikologis Anwar.
"Ini satu tekanan. Kapolres seolah pakai kacamata kuda, tidak melihat bahwa orang ini sebenarnya juga baru kehilangan anak kandungnya," ujar Farhat di Mapolres Sukabumi.
Narasi Pembiaran VS Perlindungan
Dalam perkara ini, muncul perdebatan hukum yang sengit. Penyidik menjerat Anwar dengan Pasal 76 dan 77B UU Perlindungan Anak, yang fokus pada delik pembiaran.
Polisi menduga ada kelalaian fatal saat korban membutuhkan pertolongan medis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Di sisi lain, Farhat membela kliennya dengan menyebut bahwa Nizam mendapatkan pendidikan yang layak di pesantren dan seorang penghafal Quran. Terkait tuduhan sengaja tidak membawa korban ke rumah sakit, Farhat berdalih.
"Bukan dibiarkan tidak berobat. Ada informasi saat itu disarankan besok saja ke rumah sakit, jadi bukan kesengajaan membiarkan anak dalam bahaya," tuturnya.
Kasus ini menjadi sangat pelik karena melibatkan dua sosok orang tua sekaligus. Jika sebelumnya ibu tiri berinisial TR gagal dalam gugatan praperadilannya dan tetap menjadi tersangka penganiayaan, kini Anwar harus menyusul ke sel tahanan atas tuduhan penelantaran.
Langkah Hukum Ayah Kandung
Pihak Anwar pun tidak tinggal diam. Mereka berencana menguji keabsahan penahanan ini melalui jalur praperadilan dan menuntut agar ibu kandung korban, Lisnawati, juga diperiksa atas dugaan yang sama.
"Tanggung jawab pengasuhan itu melekat pada kedua orang tua. Kami menuntut keadilan yang setara dalam proses ini," jelas dia.
Saat ini, Anwar Satibi telah resmi mendekam di sel tahanan Polres Sukabumi untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut terkait perannya dalam tragedi yang menimpa NS.

18 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4066636/original/000852500_1656419946-Penjualan-Hewan-Kurban-Wabah-Virus-PMK-Tallo-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570132/original/086791600_1777515458-566434.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570046/original/006149600_1777484200-1001208625.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570045/original/032597200_1777483901-email-attachment_2026_04_29_ajang-nurdin_video-viral-wawako-batam-memicu-polemik-amsakar-luruskan-isu-pengusiran-tekankan-penataan-penduduk-dan-kompetensi-warga_1000739351.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1281379/original/050994100_1467621220-rotrik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569885/original/030495700_1777458943-Gub_Papua.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569765/original/093658800_1777453585-566434.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569737/original/067544500_1777451981-1001963352.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569350/original/043193000_1777439357-1001208431.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568997/original/097965800_1777425713-Shelter_Sehati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568915/original/025689200_1777390406-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_20.50.17.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568885/original/015912400_1777386978-Lapas_Palembang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568846/original/027788000_1777380036-1001205614.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568718/original/027058000_1777369653-562449.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568334/original/021178700_1777356302-310108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567705/original/088086900_1777309580-1000733447.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567626/original/006440300_1777296134-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_18.49.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567635/original/063344900_1777298005-ETLE_Handheld.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567634/original/056418100_1777297858-1000033513.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461578/original/002716500_1767422898-Polisi_tangkap_bule_Prancis_Ludovic_Roche_alias_Muhammad_Ali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461318/original/026691200_1767368610-longsor_sumedang_polisi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481725/original/076455900_1769144109-buah_menu_mbg_ada_ulat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054281/original/091903900_1734400455-Snapinsta.app_298532642_196822186005884_5156155504984034611_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478870/original/037289600_1768956979-1000521273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461323/original/055925700_1767369827-bupati_sumedang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468125/original/073447100_1767942150-WhatsApp_Image_2026-01-09_at_13.50.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465731/original/028888400_1767774814-1000898749.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470773/original/049400900_1768224294-1001498730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461035/original/040167900_1767335714-37063.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461175/original/041000700_1767343483-Masjid_Pondok_Pesantren_Darul_Mukhlisin_Aceh_yang_Sempat_Viral_Terkepung_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488155/original/007442200_1769736510-kapolres_sleman.jpg)