Cerita Penemuan Lubang Besar dan Dalam di Bawah Rumah Warga Gunungkidul

15 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Nasib nahas dialami Sujanto, warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Rumah yang selama ini ia tempati bersama keluarga terpaksa dibongkar, setelah diketahui berdiri di atas tanah yang ambles dan membentuk lubang besar serta dalam tepat di bawah lantai rumah.

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga sekitar yang melihat adanya retakan tidak wajar di bagian pondasi belakang rumah. Salah seorang tetangga kemudian berinisiatif melakukan pengecekan dengan memasukkan sebatang bambu ke dalam celah retakan tersebut.

“Kami coba masukkan bambu, tapi tidak sampai ke dasar. Dari situ kami mulai curiga dan khawatir,” ujar salah satu warga setempat.

Rasa penasaran warga akhirnya mendorong dilakukannya pembongkaran lantai rumah yang masih tertutup keramik. Saat keramik diangkat, terlihat sebuah lubang besar menganga tepat di bawah bangunan rumah. Kondisi itu sontak membuat warga dan pemilik rumah terkejut, mengingat lubang tersebut berada persis di area aktivitas keluarga sehari-hari.

Sujanto mengaku tidak menyangka rumahnya mengalami kondisi yang sangat membahayakan. Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa.

“Saya kaget sekali. Tidak pernah terpikir kalau di bawah rumah ada lubang sedalam itu. Setelah tahu, saya langsung lapor ke desa karena ini sangat berbahaya,” kata Sujanto.

Cerita lebih dramatis datang dari istri Sujanto, Yusriati Fatimah. Ia mengungkapkan bahwa sebelum lubang itu ditemukan, dirinya sempat mendengar suara gemuruh lirih dari dalam rumah, mirip seperti getaran gempa kecil.

“Beberapa hari sebelumnya saya dengar suara seperti gemuruh pelan dari bawah lantai. Seperti ada yang runtuh. Tapi saya pikir biasa saja, mungkin suara tanah atau rumah. Jadi saya tetap lanjut masak dan beres-beres rumah,” tutur Yusriati.

Selain itu, Yusriati juga mengaku heran dengan fenomena banjir genangan yang sering terjadi di sekitar rumahnya dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, setiap hujan deras, air sempat menggenang namun kemudian hilang dengan cepat.

“Kalau hujan, air sempat menggenang di halaman dan sekitar rumah. Tapi anehnya, tidak sampai lama. Dalam hitungan menit airnya hilang sendiri. Sekarang saya baru sadar, mungkin airnya masuk ke dalam tanah,” ungkapnya.Saat mengetahui ada lubang besar tepat di bawah lantai rumah, Yusriati mengaku syok dan diliputi rasa takut. Ia tak kuasa membayangkan risiko yang mungkin terjadi jika amblesan itu terjadi saat keluarganya berada di dalam rumah.

“Saya langsung kepikiran anak-anak. Kalau amblesnya terjadi malam hari saat kami tidur, saya tidak berani membayangkan akibatnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan peninjauan oleh perangkat desa dan mempertimbangkan keselamatan penghuni, rumah tersebut akhirnya dibongkar atas persetujuan pemilik. Garis polisi juga dipasang di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat.

Akibat rumah yang sudah tidak layak huni, Sujanto bersama istri dan empat anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah orang tua mereka.

“Kami sekarang mengungsi dulu. Yang penting keluarga selamat. Soal rumah, kami pasrah,” kata Sujanto.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gunungkidul saat ini telah melakukan koordinasi dengan pihak geologi untuk meneliti penyebab amblesnya tanah di lokasi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tingkat kerawanan serta mencegah kejadian serupa di lingkungan sekitar.

“BPBD sudah turun dan saat ini berkoordinasi dengan pihak geologi untuk melakukan kajian lebih lanjut. Kami ingin memastikan apakah amblesan ini berpotensi meluas atau tidak,” ujar sumardiyanti, Lurah Girikarto.

Warga sekitar pun diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap tanda-tanda retakan bangunan, genangan air yang tidak wajar, serta suara-suara mencurigakan dari dalam tanah. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil pada lingkungan sekitar rumah bisa menjadi tanda awal bencana yang lebih besar.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner