Banjir Kepung Banten, Sejumlah Pasien RSUD Kota Serang Digendong Masuk ke Lobi

6 days ago 20

Liputan6.com, Serang - Banjir melanda sejumlah titik di wilayah Banten pada Senin (12/1/2026). Menurut pantauan awak Liputan6.com, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Data sementara yang dihimpun dari BPBD, tercatat ada 532 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan yang terdampak banjir.

Salah satu lokasi banjir terparah berada di Perumahan Grand Sutera, dengan ketinggian air antara semata kaki hingga pinggang orang dewasa.

"Iya kita keluar rumah, airnya udah tinggi, tadi pas keluar udah selutut ini (menunjuk lututnya)," ucap Anita, warga Perumahan Grand Sutera, usai dievakuasi menggunakan perahu karet, Senin (12/1/2026).

Selain itu, ada juga yang masih bertahan di dalam rumahnya karena air belum masuk ke dalam tempat tinggal mereka.

Berdasarkan pantauan di Perumahan Grand Sutera, ada sejumlah anak-anak yang bermain air. Kemudian bagian depan rumahnya ditutupi menggunakan karung berisi pasir, batu bata hingga kayu, mencegah air masuk ke dalam rumah.

Banjir juga merendam RSUD Kota Serang yang lokasinya berdekatan dengan Perumahan Grand Sutera. Sejumlah kendaraan dibiarkan terendam, sebagian lagi dievakuasi keluar lapangan parkir. Berdasarkan pantauan, masih ada aktivitas di dalam rumah sakit tersebut.

Meski begitu, banjir tidak melumpuhkan pelayanan kesehatan, walau sejumlah pasien harus digendong hingga dipapah oleh petugas untuk masuk ke area lobi.

Genangan air setinggi mata kaki orang dewasa menutup akses halaman depan, sisi kanan, dan kiri rumah sakit. Sejumlah pasien, terutama lansia dan anak-anak yang hendak berobat, terlihat harus dibantu dan digendong oleh petugas keamanan maupun tenaga medis untuk melintasi genangan air agar tidak basah sebelum mendapatkan penanganan.

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, usai meninjau lokasi memastikan bahwa air hanya menggenangi bagian luar dan tidak masuk ke dalam gedung perawatan maupun ruang pelayanan medis.

"Kondisi pelataran memang tergenang, tapi alhamdulillah tidak masuk ke dalam. Jadi, pelayanan dan segala macam masih bisa dilayani, hanya akses masuknya saja yang agak basah," ujar Agis.

Ia mengatakan banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang membuat drainase tidak mampu menampung debit air. Sebagai solusi jangka panjang, Agis menyebutkan normalisasi Sungai Parung dan perbaikan drainase menjadi prioritas.

"Jangka panjangnya normalisasi Sungai Parung dan pengerukan. Tapi saat ini arahan Pak Wali Kota fokus pada evakuasi, logistik makanan, dan kesehatan warga terlebih dahulu," katanya.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kota Serang, ketinggian banjir di Ibu Kota Banten ketinggiannya antara 30 cm sampai 105 cm, dengan 1.690 warga terdampak, 556 terendam, enak pohon tumbang sembilan rumah roboh hingga 10 rumah rusak.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner