Banjir Bandang Sitaro: Dua Orang Belum Ditemukan, 30 Rumah Hilang

23 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 17 orang dan dua orang masih dinyatakan hilang, Kamis (8/1/2026).

Dua korban yang dinyatakan hilang adalah Andris Pianaung (42) dan Leonal Pianaung. Keduanya merupakan warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur. Proses pencarian terus dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana yang melibatkan Basarnas, BNPB, TNI dan Kepolisian.

"Proses pencarian korban yang dinyatakan hilang sudah memasuki hari keempat terhitung sejak Senin (5/1/2026). Saat ini pencarian difokuskan pada titik banjir bandang di Kelurahan Bahu. Karena menyisakan dua orang korban yang masih dinyatakan hilang," kata Kasi Operasi Basarnas Manado IBN Ngurah Asrama.

Dia menjelaskan, proses pencairan kedua korban dilakukan mulai dari lokasi rumah korban sampai dilakukan penyisiran ke bibir pantai.

"Semaksimal mungkin kami berkoordinasi dengan pihak-pihak berkompeten agar proses pencarian efektik," ujar Ngurah Asrama.

Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit menambahkan, pihaknya memberikan dukungan penuh atas pencarian kedua korban tersebut.

"Untuk pihak keluarga diminta bersabar dan berdoa semoga keduanya bisa ditemukan," ujar Bupati Sitaro.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, proses penanganan darurat masih terus dilakukan. Operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik tetap menjadi prioritas utama di wilayah terdampak.

"Berdasarkan update data, jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang," ujarnya.

Jumlah Pengungsi

Selain korban meninggal dunia, dilaporkan terdapat dua korban yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan serta masyarakat setempat.

"Dalam aspek penanganan medis, tercatat 12 orang korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sementara empat orang korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai kondisi masing-masing," tuturnya.

Dampak bencana ini juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Hingga saat ini, sekitar 691 kepala keluarga terdampak berada di lokasi pengungsian.

"Proses pendataan terhadap para pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar yang diperlukan," ujar Abdul Muhari.

Data Kerusakan Bangunan

Dari sisi kerusakan, perkembangan sementara tercatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan masih terputus dan dalam pendataan lanjutan.

"Kami minta masyarakat menjauhi wilayah rawan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi kondisi darurat," ujarnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner