Awalnya Ngotot Minta Keadilan, Korban Penganiayaan Anak Purnawirawan Polri di Lampung Pilih Berdamai

22 hours ago 6

Liputan6.com, Lampung - Kasus penganiayaan yang melibatkan anak seorang purnawirawan Polri terhadap pegawai bank milik negara (BUMN) di Lampung akhirnya diselesaikan secara damai.

Sebelumnya, korban sempat melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kedaton dengan tuntutan agar pelaku diproses secara hukum. Korban bahkan menyatakan ingin mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dialaminya.

Namun, seiring berjalannya proses, kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai. Kesepakatan itu ditandai dengan penyerahan surat pernyataan perdamaian kepada Penyidik Unit Reskrim Polsek Kedaton pada Rabu (7/1/2026).

Kanit Reskrim Polsek Kedaton, Ipda Sulthon, membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut. Ia mengatakan proses perdamaian dilakukan dengan pendampingan kuasa hukum dari pihak terlapor.

"Sudah ada surat perdamaian. Itu ditengahi oleh kuasa hukum terlapor dan sudah disampaikan kepada kami,” kata Sulthon kepada Liputan6.com, Kamis (8/1/2026).

Sulthon menjelaskan, dalam kesepakatan itu pelapor juga telah secara resmi mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat. Dengan adanya pencabutan laporan dan kesepakatan damai, perkara tersebut dinyatakan selesai.

"Kesepakatan ada di antara mereka. Pelapor juga sudah mencabut laporannya, sehingga perkara ini dinyatakan selesai. Tinggal proses penghentiannya saja," jelasnya.

Sulthon menambahkan, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan belum meningkat ke tahap penyidikan. Karena itu, proses hukum dapat dihentikan setelah adanya perdamaian dan pencabutan laporan.

"Masih tahap penyelidikan, belum naik sidik. Karena sudah ada perdamaian dan pencabutan laporan, maka prosesnya bisa dihentikan," tandasnya.

Sebelumnya, Hendra Winata diniaya DE. Korban dan terduga pelaku awalnya terlibat cekcok terkait hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Insiden terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu di rumah pribadi ayah terduga pelaku.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner