Anggota Polda Sulbar Bunuh Diri Gara-Gara Cinta Beda Agama Tak Direstui

5 days ago 9

Liputan6.com, Mamuju - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju memastikan anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) berinisial Bripda MF (25) yang ditemukan tewas di kebun Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, meninggal dunia akibat bunuh diri.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pendalaman terhadap peristiwa tersebut.

"Simpulan sementara, korban meninggal dunia akibat gantung diri. Ini murni bunuh diri," ujar Herman, Rabu (4/2/2026).

Herman menjelaskan, peristiwa itu bermula saat Bripda MF mengajak sepupunya bernama Haerul dan seorang temannya bernama Awal ke rumah kebun milik korban di Desa Pokkang pada Senin malam. Mereka berkumpul untuk menenangkan diri sambil karaoke.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Haerul meninggalkan lokasi setelah menerima telepon dari istrinya. Sementara itu, korban masih berada di rumah kebun bersama Awal.

"Setelah Haerul pulang, korban dan saksi Awal masih melanjutkan karaoke," kata Herman.

Tak lama berselang, korban menerima panggilan telepon dari kekasihnya. Percakapan tersebut sempat didengar oleh Awal. Dari keterangan saksi, korban mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait hubungan asmaranya.

"Saksi mendengar korban mengatakan kepada kekasihnya, ‘kalau tidak bisa dipersatukan, apalah gunanya saya hidup di dunia ini’," ungkap Herman menirukan kesaksian Awal.

Hingga pagi hari, Awal tidak menemukan keberadaan korban. Saat masuk ke kamar di rumah kebun, Awal mendapati Bripda MF telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung.

Awal kemudian memberitahukan kejadian itu kepada ayah korban. Orang tua korban bersama keluarga langsung mendatangi lokasi dan menurunkan jenazah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Orang tua korban langsung menggendong korban dan memutus tali gantung, lalu membawa jenazah ke rumah," jelas Herman.

Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, termasuk kekasih korban. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa korban mengalami tekanan psikologis akibat hubungan asmaranya yang tidak mendapat restu orang tua.

"Korban mengalami beban mental karena hubungan asmara dengan pacarnya tidak direstui oleh kedua orang tua, lantaran perbedaan agama," ujar Herman.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner