Ada Lebam di Tubuh, Jenazah Mahasiswi di Manado Gantung Diri Bakal Diautopsi

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM ditemukan tewas tergantung di kamar kos yang terletak di Kelurahan Matani 1, Kota Tomohon, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa 30 Desember 2025.

EMM diduga bunuh diri dengan cara gantung diri, namun lebam berwarna biru pada tubuh korban membuat pihak keluarga memutuskan untuk melakukan autopsi terhadap jasad mahasiswi semester VII tersebut.

Ketsia, salah satu anggota keluarga EMM menuturkan, jenazah keponakannnya itu dibawa dari Kota Tomohon dan disemayamkan di Perum CBA Gold, Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

"Saya tergerak untuk memeriksa kaki jenazah. Di situ saya menemukan ada tanda biru seperti luka," ujar Ketsia, Rabu (31/12/2025).

Pihak keluarga kemudian membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas. Selanjutnya diputuskan untuk dilakukan otopsi.

"Sebenarnya jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Kepulauan Sitaro Sulut pada Kamis 1 Januari, namun dengan temuan ini akan dilakukan autopsi," tutur EMM.

Diberitakan sebelumnya, EMM kuliah di FIPP Unima yang terletak di Kota Tomohon. Dia ditemukan tewas tergantung di kamar kos pada, Selasa 30 Desember 2025 sekitar pukul 08.00 Wita.

Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di balik kematian Evia, heboh sebuah kabar bahwa mahasiswi itu menjadi korban pelecehan seorang dosennya yang membuat dia depresi.

Seorang guru ngaji diusir warga kelurahan Titi Papan Kota, Medan, Sumatera Utara. Guru ngaji itu diketahui telah melakukan pelecehan terhadap muridnya yang masih duduk di bangku kelas tiga SD.

Beredar Surat

Hal itu terungkap dari sebuah surat ditinggalkan EMM yang beredar luas di media sosial mengisahkan bagaimana dia menjadi korban pelecehan seorang dosen.

Surat yang ditulis tangan oleh korban itu merupakan aduan yang ditujukan kepada Dekan FIPP Unima, Dr Aldjon Dapa MPd. Surat itu diawali dengan menyebutkan identitas dirinya, kemudian memuat laporan dugaan pelecehan yang dialaminya, dengan terduga pelaku berinisial DM, yang disebut sebagai salah satu dosen di fakultas tersebut.

Dalam surat tersebut, EMM juga menguraikan kronologis kejadian yang diduga dilakukan oleh DM. Pada bagian akhir surat, Evia menegaskan tujuan pengaduannya kepada pimpinan fakultas.

“Saya memohon agar pihak pimpinan dapat menangani masalah ini. Kalau bisa, berikan sanksi kepada DM. Jangan biarkan orang seperti itu,” tulisnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kejadian tersebut masih berada dalam lingkup kampus FIPP Unima. Akibat peristiwa itu sangat berdampak pada kondisi psikologisnya.

"Dampak yang saya rasakan adalah trauma dan ketakutan. Setiap bertemu DM, saya merasa malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik atau turun dari mobilnya karena bisa menjadi bahan pembicaraan. Saya merasa tertekan dengan masalah ini," tulisnya dalam surat aduan itu.

Unima Dampingi Jenazah Korban

Sejak Selasa 30 Desember 2025, surat tersebut bersama foto oknum dosen terduga pelaku disebarkan ke berbagai platform media sosial. Kecaman ditujukan kepada oknum dosen tersebut datang dari berbagai pihak.

Rektor Unima Dr Joseph Kambey lewat Kepala Humas Titof Tulaka menyebut, sejak menerima kabar, langsung bergerak meminta Dekan FIPP Unima Aldjon Dapa bersama jajaran untuk langsung ke TKP dan selanjutnya ke RS.

Menurut Titof, Unima memberi pendampingan jenazah korban. Sembari ditangani oleh pihak kepolisian. Jenazah almarhum E, selanjutnya dibawah di kediaman kerabat yang ada di Mapanget, Kota Manado.

"Pak Rektor sejak pertama kali menjabat menegaskan untuk mengatasi pertama segala macam pelecahan seksual di lingkungan kampus. Dan sudah meminta untuk jangan takut melapor, agar ditangani Tim Satgas PPKT," sebutnya.

Terkait kasus ini, pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisan untuk mengusut tuntas.

Pihak Unima pada, Rabu (31/12/2025) sore ini, menggelar rapat tertutup untuk membahas dan menindaklanjuti dugaan keterlibatan salah satu dosennya dalam kasus pelecehan seksual terhadap Evia.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected].

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner