Waspada Monsun Asia Menguat, Angin Kencang Ancam Pesisir hingga Daratan Lampung

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto menjelaskan, angin kencang dipicu menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah dari Benua Asia menuju Australia.

“Penyebab utama karena pengaruh Monsun Asia. Selain itu, ada pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatera bagian selatan,” kata Rudi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Rudi melanjutkan, kombinasi dua fenomena tersebut meningkatkan gradien tekanan udara, sehingga kecepatan angin di wilayah Lampung menjadi lebih kencang dari kondisi normal.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kecepatan angin di Lampung berkisar antara 18 hingga 55 kilometer per jam. Kondisi itu paling terasa di wilayah pesisir dan perairan, seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, serta Selat Sunda bagian selatan.

"Sementara di wilayah daratan, embusan angin dapat terasa lebih kuat saat hujan lebat akibat fenomena downdraft atau embusan angin turun dari awan hujan," terangnya.

BMKG Lampung juga mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 30,2 kilometer per jam berdasarkan data Automatic Weather Station (AWS) Sidomulyo.

Seiring kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, atap rumah ringan yang terangkat, serta baliho yang rawan roboh akibat terpaan angin.

Pengguna jalan diminta lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hujan lebat disertai angin kencang.

Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diimbau memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.

Rudi mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi melalui kanal informasi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG agar dapat mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan," tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner