Pria di Makassar Diamuk Massa hingga Babak Belur Usai Tepergok Curi Celana Dalam Wanita

5 hours ago 3

Liputan6.com, Makassar - Seorang pemuda berinisial MLS (25) diamankan polisi setelah diamuk warga. Ia tepergok mencuri dua celana dalam wanita di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Kapolsek Manggala, Kompol Samuel To’Longan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku awalnya hanya melintas di lokasi sebelum akhirnya tergoda mengambil pakaian dalam yang dijemur di teras rumah warga.

"Dia melintas, liat celana dalam, singgah. Kita kira dia mencuri apa, ternyata celana dalam," kata Samuel saat dikonfirmasi Selasa (28/4/2026).

Aksi pelaku kemudian dipergoki warga sekitar yang curiga dengan gerak-geriknya. Warga yang mengamankan pelaku bahkan sempat menghadiahi pelaku dengan bogem mentah hingga babak belur.

"Itu ada sebagian tetangganya korban memergoki (pelaku), langsung dikasih duduk di situ. Dia tidak kenal dengan pemilik celana dalam," ujarnya.

Tak lama kemudian, warga menghubungi pihak kepolisian. Polisi yang menerima laporan segera menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari kerumunan warga.

"Iya di jemuran, datang anggota di lokasi. Diamuk massa lah segala macam," katanya.

Untuk menghindari amukan yang semakin meluas, pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Manggala. Langkah ini dilakukan agar situasi tetap kondusif.

"Untung cepat direspon dibawa ke kantor, kalau tidak banyak warga datang," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan barang bukti di motor pelaku. Dua celana dalam milik korban telah disimpan di sana.

"Itumi luka, dia (pelaku) bilang tidak keberatanji. Ternyata ambil celana dalam, didapat di motornya, dia sudah kasih masuk di motor," tuturnya.

Terkait motif, polisi menduga pelaku memiliki kelainan tertentu. Dugaan itu muncul dari hasil pemeriksaan awal.

"Motifnya karena ada kelainan dengan itu orang. Saya tanya dia senyum-senyum saja, senyum-senyum malu-malu," terangnya.

Kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum. Korban memilih tidak membuat laporan resmi.

"Orang tuanya pelaku dipanggil. Karena korban tidak datang melapor dan tidak keberatan," ujarnya.

Sebagai penyelesaian, polisi memanggil orang tua pelaku. Mereka juga membuat surat pernyataan sebelum MLS dipulangkan.

"Makanya dibikinkan pernyataan dan dipulangkan, datang orang tuanya dijemput dari Polsek," tutupnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner