Semeru Erupsi Beruntun, Petugas Keluarkan Peringatan Serius

15 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali meningkat drastis. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali berturut-turut, memuntahkan kolom abu tebal hingga ketinggian 1 kilometer dari atas puncak.

​Rangkaian erupsi beruntun ini memaksa pihak berwenang mempertahankan Siaga Level III atau Siaga, dan mengeluarkan peringatan keras bagi keselamatan warga.

​Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas magmatik ini terjadi dalam durasi yang berdekatan sejak fajar. Pukul 05.45 WIB,  erupsi pembuka menyemburkan kolom abu kelabu setinggi 600 meter ke arah barat daya. Gempa letusan terekam berdurasi 138 detik. Sedangkan, pukul 07.06 WIB, letusan kedua melesat lebih tinggi, mencapai 1 kilometer di atas puncak (4.676 mdpl). Abu tebal mengarah ke tenggara dan selatan selama 140 detik.

Pada pukul 07.54 WIB, Erupsi ketiga kembali mengguncang dengan skala yang sama, menyemburkan abu vulkanik setinggi 1 kilometer dengan durasi 145 detik.

​Ketiga letusan tersebut menunjukkan konsistensi kekuatan getaran yang cukup tinggi, dengan amplitudo maksimum seismograf tertahan di angka 22 mm.

​Mengantisipasi potensi bencana yang lebih besar, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menegaskan agar masyarakat mematuhi radius aman yang telah ditetapkan.

​"Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi," ujar Mukdas, Selasa (19/5/2026).

​Selain itu, pembatasan ketat juga diberlakukan pada beberapa titik krusial berikut. Di sempadan sungai larangan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar dingin.

"Sedangkan radius 5 kilometer, wilayah steril total dari puncak kawah demi menghindari risiko lontaran batu pijar," tambahnya

​Warga di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat diimbau tetap waspada penuh terhadap potensi banjir lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner