Longsor Banjarnegara: Tim SAR Temukan 2 Jasad Dalam Bayang-Bayang Longsor Susulan

1 week ago 10

Liputan6.com, Banjarnegara Upaya pencarian dan evakuasi korban longsor Banjarnegara memasuki hari keenam, Jumat (21/11/2025). Guyuran hujan intensitas ringan hingga sedang mewarnai upaya tim SAR gabungan.

Hingga pukul 18.00 WIB, tim menemukan dua jasad lagi di sektor C.1. Korban pertama adalah Susanti, perempuan berusia 26 tahun, yang ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Satu jam kemudian, tepat pukul 17.00 WIB, jasad Jonathan Prayoga, bocah laki-laki berusia 7 tahun, juga berhasil dievakuasi.

Dengan penemuan ini, total korban yang sudah ditemukan menjadi 12 orang, sementara 16 orang lainnya masih dalam pencarian intensif. Dua korban yang ditemukan sehari sebelumnya telah teridentifikasi sebagai Lipah, 45 tahun, dan Warjono Lamar, 65 tahun.

Menurut Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, proses pencarian dan evakuasi korban longsor terus terkendala hujan deras.

"Kami sempat menghentikan aktivitas demi menghindari longsor susulan," kata Budiono.

Hingga saat ini Basarnas menerjunkan 17 alat berat. Meski demikian hujan membuat alat berat itu hanya bisa dioperasikan sebagian secara parsial.

Ditambahkan bahwa pencarian memang berjalan terus, namun saat intensitas hujan meningkat, operasi langsung dihentikan untuk menjaga keselamatan personel.

Ratusan Orang Mengungsi

Akibat longsor ini ada 934 jiwa dari 335 keluarga yang mengungsi di lima titik posko darurat, termasuk kantor kecamatan setempat. Sementara ada ratusan rumah rusak, puluhan di antaranya tertimbun total.

"Infrastruktur jalan, irigasi, dan bendungan kecil di desa itu juga hancur lebur," kata Budiono .

Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp3,68 miliar, belum termasuk hilangnya ternak dan lahan pertanian produktif.

Sementara itu untuk penanganan, melibatkan lebih dari 520 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, serta unit anjing pelacak. Mereka terus bergantian bekerja di lapangan.

Memasuki hari ketujuh rencananya fokus pencarian tetap terkonsentrasi di sektor A dan C tanpa perubahan area.

“Kami sangat berharap cuaca cerah sehingga alat berat dan tim bisa bekerja maksimal. Doa masyarakat adalah kekuatan terbesar kami saat ini,” kata Budiono.

Pantauan di lapangan menunjukkan dapur umum beroperasi tanpa henti, bantuan logistik dari berbagai daerah berdatangan, dan pendampingan psikososial bagi keluarga korban serta anak-anak pengungsi mulai diintensifkan. Pemerintah daerah bersama BNPB juga mempercepat rencana relokasi permanen bagi warga yang rumahnya sudah tidak lagi aman untuk ditempati.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner