Kronologi Badak Cula Satu Mati di Translokasi Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ini Pemicunya

3 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Badak cula satu bernama Musofa mati di tempat translokasi bernama Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.

Musofa berjenis kelamin jantan itu dipindahkan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada 05 November 2025 ke Legon Pakis. Penangkapannya dilakukan melalui jebakan bernama Pit Trap pada 03 November 2025.

Pihak Balai TNUK mengklaim Musofa masuk ke jebakan tanpa luka dan menyebabkan stres. Sedangkan penyebab kematiannya karena Rhinoceros sondaicus sakit.

"Musofa dipindahkan tanpa luka atau cidera, namun penyakit kronis yang lama diderita menjadi tantangan medis yang tidak dapat diatasi," ujar Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, dalam keterangan resminya, Kamis, (27/11/2025).

Kronologi Badan Musofa Hilang

Musofa mulai mengalami cidera pada 03 November 2025 usai masuk perangkap Pit Trap. Dia sempat mendapatkan perawatan di tempat Translokasi JRSCA pada 05 November 2025. Saat itu kondisinya stabil dan dilakukan observasi serta penanganan kesehatan.

Namun kondisinya menurun pada 07 November 2025 hingga sore harinya mati.

Nekropsi atau bedah pada hewan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian. Ternyata ditemukan luka pada tubuhnya, penyakit kronis pada lambung, usus, otak, infeksi parasit dalam jumlah signifikan, serta tanda degenerasi jaringan.

"Seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar konservasi internasional, dengan simulasi, penilaian etik, serta kesiapan logistik dan pengamanan," jelasnya.

Perlu diketahui, proses pemindahan badak dilakukan bersama Balai TNUK, TNI AD hingga TNI AL. Pengangkutannya menggunakan truk hingga kendaraan amfibi Kapal K-61 milik TNI.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner