Jakarta -
Di restoran Jepang kerap tersaji menu udon. Rasanya disebut-sebut lebih enak dibanding udon buatan sendiri di rumah. Kenapa ya?
Popularitas makanan Jepang di kancah global begitu tinggi. Selain sushi dan ramen, udon juga menjadi salah satu menu yang layak dicoba.
Meskipun tidak seterkenal sushi atau ramen, tetapi makanan ini tetap banyak digemari karena tekstur minya kenyal. Selain itu, mi udon juga lembut sehingga mudah menyerap ke dalam kuah kaldu gurih atau saus apapun saat disajikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti makanan lain, udon juga disebut lebih enak jika dimakan di restoran. Hal ini disebabkan beberapa faktor, mulai dari bahan, teknik yang tepat, hingga proses pembuatan yang telaten hingga menghasilkan tekstur lembut kenyal sempurna.
Mengutip dari thedailymeal.com (01/04/2025), berikut alasan udon di restoran rasanya lebih enak:
1. Dibuat sendiri sehingga terasa fresh
Udon di restoran dibuat menggunakan tangan dan fresh. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
Mi udon yang disajikan di restoran biasanya hasil buatan sendiri. Rasanya lebih segar dan jauh lebih enak dibanding merek komersial di pasaran.
Jika ingin membuat mi udon seperti di restoran, lebih baik gunakan udon frozen. Jenis mi ini jadi alternatif terbaik untuk menggantikan mie udon segar karena biasanya dibekukan segera setelah dibuat.
Sedangkan mi udon kering cenderung punya tekstur yang kurang enak karena proses pengeringan menghilangkan kelembabannya.
2. Pakai bahan tepat
Bahan-bahan yang digunakan juga tepat. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
Restoran harus mempertahankan standar tinggi jadi mereka menggunakan bahan-bahan tepat dan original untuk membuat hidangan ini, termasuk untuk mi.
Mi udon secara teknis dibuat hanya menggunakan tiga bahan, mulai dari tepung, air, dan garam.
Tepung yang dipakai oleh banyak restoran juga bukan tepung serbaguna biasa. Mereka biasanya pakai tepung serbaguna Churikiko asli Jepang yang memiliki kandungan gluten sedang sekitar 8-11%, sehingga sangat ideal untuk udon.
Menggunakan tepung dengan gluten sedang sangat penting untuk memberikan tekstur kenyal.
3. Adonan diistirahatkan cukup lama
Melalui proses pengistirahatan cukup lama. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
Adonan mi perlu diistirahatkan terlebih dahulu supaya mendapat tekstur yang tepat, setidaknya 2 jam.
Restoran biasanya membuat adonan mi dalam jumlah besar setiap harinya sehingga mereka bisa membiarkan setiap batch adonan beristirahat dalam waktu lama.
Adonan mi yang tidak diistirahatkan membuat teksturnya kurang enak.
Proses pengistirahatan adonan memungkinkan air dalam adonan didistribusikan lebih merata. Hal ini membuat tekstur mi lebih seragam dan mudah dipotong.
Dengan mengistirahtkan adonan di antara setiap siklus membuat untaian gluten lebih rileks. Menghasilkan adonan yang lebih lentur, kenyal, dan nikmat.
Alasan lain udon lebih enak di restoran dapat dibaca pada halaman selanjutnya!
Simak Video "Video: Cerita Pengunjung Rela Antre Sejam di Blok M saat Libur Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]