Imbas Banjir Jakarta dan Semarang, 38 Ribu Penumpang Refund Tiket KA

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 38 ribu penumpang menjalani proses kompensasi pengembalian bea tiket alias refund perjalanan KA sebesar 100 persen, di luar bea pesan pembatalan keberangkatan rangkaian KA imbas banjir yang terjadi di sejumlah wilayah sejak Jumat, 16 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026.

Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba menyampaikan, jumlah tersebut merupakan data kumulatif hingga 19 Januari 2026.

"KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa hak pelanggan tetap diupayakan melalui service recovery (SR) dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku," kata Anne dalam siaran mediannya, Bandung, Senin (19/1/2026).

Anne mengatakan, KAI masih melakukan pembatalan 34 perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) sebagai bagian dari pengaturan operasional selama proses pemulihan berlangsung. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan dan petugas.

"Kondisi ini merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali operasional perusahaan," jelas Anne.

Pemulihan Operasional KA

Anne menyebut, proses pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan terdampak banjir masih terus dilakukan hingga Senin (19/1/2026) pagi. Dalam kondisi tersebut, KAI menerapkan pengaturan operasional secara hati-hati dan adaptif dengan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.

Dia menyampaikan, seluruh keputusan operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan serta mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca dan prasarana.

"Hingga pagi ini, penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan," ujar Anne.

Di Daop 4 Semarang, pemulihan pada petak jalan Pekalongan-Sragi menunjukkan perkembangan. Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani, sehingga seluruh kereta api dapat kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.

Kecepatan Kereta Dibatasi

Pada tahap ini, masih diberlakukan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam sambil menunggu kecukupan pemadatan balas menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), yaitu mesin perawatan jalan rel yang berfungsi mengangkat, menata, dan memadatkan batu balas agar geometri rel kembali sesuai standar keselamatan.

"Penanganan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual, serta dilanjutkan hari ini dengan ecer balas lanjutan, pengangkatan jalur di titik tertentu, dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan," terang Anne.

Sementara itu, di Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah tertangani. Sejak Minggu sore hingga malam, dilakukan pengangkatan jalur manual pada jalur hulu dan hilir, dilanjutkan menggunakan kendaraan pemeliharaan jalan rel (KPJR) dan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB.

Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 kilometer per jam, dan perjalanan berikutnya berangsur meningkat sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner