Guru di Sikka NTT Jatuh Pingsan usai Ditegur Bupati karena Merokok Saat Dialog

21 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah pertemuan resmi di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (16/1/2026) berubah panas.

Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar Avelinus Nong dilaporkan tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan tindakan medis akibat tekanan verbal yang diterimanya dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Kejadian itu berawal saat rapat koordinasi antara para kepala sekolah dengan Bupati Sikka. Dalam sesi dialog, Avelinus menyampaikan kekhawatiran pihak sekolah terkait pengukuran lahan SDN Hamar oleh pihak desa untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.

Ia menilai tindakan tersebut dilakukan sepihak dan berisiko menggusur fasilitas sekolah serta rumah dinas guru. Avelinus menjelaskan tujuannya adalah memberikan informasi akurat kepada Dinas PKO. Namun, respons yang didapat justru berbanding terbalik dengan harapan solusi.

"Saya hanya meminta solusi Pak Bupati, kerena di lokasi yang diukur tersebut ada teman guru yang tinggal dan dijadikan mes guru, kalau diukur lalu dibangun Kopdes maka teman guru tinggal dimana,” tutur Avelinus, Jumat (17/1/2026).

Ketegangan memuncak saat Bupati justru menyoroti tindakan Avelinus yang kedapatan merokok di tengah sesi dialog. Meski Avelinus mengaku hal itu dilakukan tanpa niat tidak menghormati, ia tetap dipanggil ke depan forum dan menerima teguran keras.

Avelinus pun menjadi sasaran amarah di hadapan ratusan sejawatnya. Ia merasa kata-kata yang dilontarkan sang kepala daerah sangat merendahkan martabatnya sebagai pendidik.

"Beliau mengatakan etika saya bejat dan tidak pantas jadi Plt kepala sekolah, beliau juga menyebut saya pantas dicegat di jalan (skak) dan masih banyak lagi kata-kata hinaan yang saya terima,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ucapan bupati itu membuatnya merasa sangat terpuruk. Akibat tekanan mental yang hebat dan rasa malu yang mendalam, Avelinus tiba-tiba ambruk di hadapan peserta rapat.

Ia pingsan dan terjatuh hingga mengalami luka robek serius di bagian bibir. Ia kemudian dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere.

Berdasarkan pemeriksaan medis, luka di bibirnya memerlukan lima jahitan. Namun, yang lebih menyakitkan bagi Avelinus adalah sikap Bupati saat dirinya tersungkur. Ia mengklaim tidak ada empati yang ditunjukkankepadanya.

“Saya saat itu merasa seperti bukan manusia lagi. Bahkan saat saya mulai sadar sedikit setelah pingsan, Bupati hanya berteriak menyuruh saya bangun untuk berobat karena kegiatan masih lanjut, tanpa ada niat menolong,” kenang Avelinus.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner