Tradisi Menyambut Ramadan Sejak Zaman Sunan Gunung Jati Ini Masih Lestari

5 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Tabuh bedug atau 'dlugdag' menjadi tradisi di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam menyambut masuknya bulan suci Ramadan. Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan, Kiai Jumhur mengatakan, tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk pemberitahuan datangnya Ramadan.

Sebelumnya, kata dia, pemerintah pusat sudah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada 19 Februari 2026, usai diputuskan melalui Sidang Isbat.

“Tradisi ini sudah kami laksanakan turun-temurun untuk memberitahukan bahwa sudah masuk awal Ramadan,” kata Jumhur. Dikutip dari Antara, Rabu (18/2/2026).

Dia menjelaskan dlugdag menjadi bagian dari rangkaian tradisi keraton yang dilaksanakan setiap menyambut awal Ramadan, Idul Fitri, serta pada saat membangunkan sahur.

Menurut dia, bunyi bedug yang ditabuh menjadi penanda bagi masyarakat bahwa Ramadan telah tiba sehingga dapat mempersiapkan diri menjalankan ibadah puasa.

Bedug yang digunakan dalam tradisi tersebut, lanjut dia, merupakan peninggalan Sunan Gunung Jati yang hingga kini masih dirawat oleh pihak keraton.

Dia menuturkan tradisi menabuh bedug juga dilakukan Sunan Gunung Jati, saat menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Pada masa itu, kata dia, bedug berfungsi sebagai sarana komunikasi sekaligus penanda waktu bagi masyarakat dalam menerima informasi keagamaan.

“Kami merawat tradisi ini agar terus terjaga, dan ini juga menjadi salah satu tanda bahwa besok sudah masuk awal Ramadan,” ujarnya.

Dia menyampaikan prosesi ini dilaksanakan secara bertahap, untuk menghasilkan ragam bunyi tabuhan. Kemudian, penabuhan dilanjutkan oleh para abdi dalem secara bergantian selama kurang lebih satu jam.

Ia menambahkan bedug yang ditabuh dalam tradisi tersebut adalah Bedug Samogiri, yang disebut sama dengan yang digunakan Sunan Gunung Jati pada masanya.

“Untuk menandakan Ramadan suaranya lebih keras dan ditabuh secara bergantian,” tuturnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner