Pemudik Keluhkan Kondisi Jalinsum: Aspal Tidak Rata dan Gelap Gulita di Malam Hari

15 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim telah mengaktifkan 100 lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang ruas jalan nasional, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Program tersebut disebut sebagai tindak lanjut arahan gubernur guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode Lebaran.

Namun, fakta di lapangan justru memunculkan kritik keras karena masih banyak titik yang gelap. Pengakuan sejumlah pemudik sepeda motor yang melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menunjukkan kondisi yang jauh dari klaim tersebut.

Di ruas Jalinsum, tepatnya di wilayah Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, penerangan jalan masih minim dan belum merata.

Situasi serupa juga terlihat di kawasan Agom, Kalianda. Walaupun deretan tiang lampu berdiri di sepanjang jalan, sebagian besar lampu tidak menyala, membuat ruas jalan tetap gelap saat malam hari.

Kondisi itu menuai keluhan dari para pemudik yang melintas. Minimnya penerangan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan, terutama di jalur utama yang padat kendaraan selama arus mudik dan balik.

“Kalau malam masih gelap, penerangan kurang. Ini kan jalan utama lintas, seharusnya lebih diutamakan,” kata Sinta, pemudik asal Kotabumi, Lampung Utara, Kamis (26/3/2026) malam.

Pemudik lainnya, Tomy Saputra juga menyayangkan kondisi jalan arteri dari area Pelabuhan Bakauheni hingga ke luar masih minim lampu penerangan jalan.

Dia mengaku khawatir saat melintas di jalan nasional tersebut menuju kampung halamannya di Oku Timur, Sumatera Selatan karena kondisinya gelap.

"Kemarin baca berita lampunya mau dipasang tapi ini arus balik masih aja gelap, jadi takut kalau mudik naik sepeda motor, apalagi ini jalan utama untuk yang mudik pakai motor," ungkapnya.

Dia menuturkan, dari tahun sebelumnya suasana mudik saat melintas di Lampung kondisinya sama seperti saat ini. Mulai dari jalan yang gelap hingga kondisi aspal yang tak rata jadi keluhan pemudik.

"Ya kalau dari pengalaman enggak ada baiknya dari tahun lalu, kondisi jalan enggak rata, lampu jalan juga gelap, kasihan yang mudik pakai motor seperti kami ini. Maunya pemerintah itu jangan cuma janji aja, ini kondisinya sama aja sama-sama gelap sudah," keluhnya.

Selain persoalan lampu jalan, pemudik juga menyoroti kondisi Jalinsum yang bergelombang di sejumlah titik.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada klaim perbaikan, tetapi benar-benar memastikan infrastruktur jalan layak dan aman dilalui.

Ketidaksesuaian antara klaim pemerintah dan kondisi di lapangan ini pun memunculkan sorotan tajam terhadap janji gubernur yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi, terutama dalam menjamin keselamatan pemudik di jalur vital Sumatera.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal angkat bicara soal keluhan pemudik yang menyoroti minimnya penerangan di sejumlah titik Jalan Lintas Sumatra selama arus mudik Lebaran 2026.

Mirzani mengakui persoalan lampu jalan mati memang menjadi masalah yang kerap terjadi setiap tahun, terutama di ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Banyak keluhan dari masyarakat, khususnya di jalan nasional. Lampu jalan mati di berbagai titik dan belum diganti. Sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan penggantian, tapi laporannya sering hilang,” kata dia, Selasa (17/3/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Lampung telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung untuk mempercepat perbaikan fasilitas penerangan tersebut.

“Kami sudah sampaikan ke balai agar segera mendapat dukungan perbaikan,” ujarnya.

Selain lampu jalan, Mirzani juga menyoroti masih minimnya marka jalan di sejumlah jalur yang dilalui pemudik. Namun, saat ini penanganan difokuskan pada perbaikan jalan berlubang.

“Untuk marka jalan memang belum optimal. Saat ini balai masih fokus pada penambalan lubang di sepanjang jalan lintas,” jelasnya.

Menurut dia, perbaikan infrastruktur jalan bergantung pada status kewenangan. Jalan nasional menjadi tanggung jawab balai, sementara jalan provinsi dan kabupaten ditangani pemerintah daerah masing-masing.

Meski begitu, Mirzani memastikan perbaikan lampu jalan akan segera direalisasikan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota.

“Lampu jalan akan segera diperbaiki oleh kabupaten/kota,” katanya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner